Zakat Fitrah

ZAKAT fitrah (zakat al-fitr) adalah zakat yang diwajibkan atas setiap jiwa baik lelaki dan perempuan muslim yang dilakukan pada bulan Ramadan.

Selain untuk mensucikan diri setelah menunaikan ibadah di bulan Ramadhan, zakat fitrah juga dapat dimaknai sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang kurang mampu,membagi rasa kebahagiaan dan kemenangan di hari raya yang dapat dirasakan semuanya termasuk masyarakat miskin yang serba kekurangan.

Berikut ini ada beberapa pertanyaan seputar zakat fitrah, terutama tentang bagaimana hukumnya membayari zakat anak, memberikan zakat kepada pembantu sendiri dan menjual zakat dengan maksud merubahnya menjadi uang.

Pertanyaan 1: Bagaimana hukumnya orang membayari zakat fitrah anaknya yang ada di perantauan seperti di luar negeri atau di pesantren?

Jawab :
Kalau anak sudah baligh, maka hukumnya diperinci : Kalau mendapatkan izin dari anaknya tersebut, maka hukumnya sah.
Tapi kalau belum mendapatkan izin, maka zakatnya tidak sah.

Referensi :
Attaqrirotus sadidah hal 420

Pertanyaan 2: Apakah boleh memberikan zakat fitrah kepada pembantu rumah tangga sendiri?

Jawab :
Menurut Syekh Ibnu Ziyad : Tidak boleh memberikan zakat fitrah kepada pembantu, kecuali atas nama ghorim.

Referensi :
Bughyatul mustarsyidin hal 106

Pertanyaan 3: Bolehkah panitia zakat menjual harta zakat untuk kemudian dibagikan berupa uang?

Jawab :
Tidak boleh

Referensi :
Al-Anwar al-ardabily juz 1 hal 155

Referensi :
Al-fatawa al-haditsiyyah hal 88

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here