Yayasan Pendidikan Bintara Bantah Gelapkan Dana Study Tour

Sekolah SMP/SMA Bintara Depok (Istimewa)

DEPOK- Yayasan Pendidikan Bina Taruna Bangsa atau Bintara, akhirnya buka suara terkait somasi yang dilayangkan orangtua siswa melalui kuasa hukum atas sejumlah dugaan pelanggaran. Di antaranya tentang tuntutan pengambalian uang study tour hingga intimidasi.

“Bersama ini kami dari Yayasan Pendidikan Bina Taruna Bangsa (Sekolah Bintara) resmi membantah seluruh tuduhan yang ditujukan kepada kami dalam pemberitaan tersebut,” kata Kepala Bagian Humas Yayasan Pendidikan Bintara, Ervan D Pribadi dalam keterangan resminya yang diterima pada Senin 22 Maret 2021

Baca Juga: Gagal ke Bali, Yayasan Bintara Dituntut Kembalikan Uang Study Tour

Terkait hal itu, ia pun menyampaikan beberapa point klarifikasi, seperti tidak jelas siapa pihak yang diwakili oleh pengirim somasi tersebut, termasuk tidak adanya surat kuasa dari yang diwakili.

“Tidak ada intimidasi kepada siswa. Terbukti ujian dapat berjalan, dengan diikuti oleh semua siswa SMP dan SMA Bintara,” tegasnya

Kemudian, ia juga membantah jika pihaknya tidak melakukan komunikasi dengan orang tua siswa peserta study tour.

“Terbukti dengan adanya undangan dan daftar hadir orang tua siswa. Tidak ada penggelapan dana study tour Maret 2020 tahun lalu seperti yang dituduhkan,” katanya

Ervan menduga ada oknum dari luar sekolah yang mencoba mencemarkan nama baik Sekolah Bintara yang telah berdiri selama 37 tahun, dan patut diduga ingin melakukan pemerasan.

“Saat ini kami berkonsentrasi penuh memastikan pelayanan pendidikan kepada siswa tetap dilaksanakan dengan baik sebagaimana biasa. Kami sudah menunjuk kuasa hukum yang secara resmi menangani proses selanjutnya.”

Menurutnya, hal-hal yang dimuat dalam pemberitaan tersebut berdampak negatif pada Sekolah Bintara sebagai institusi pendidikan yang telah mengabdi dengan melayani pendidikan masyarakat selama 37 tahun.

“Pemberitaan tersebut juga berdampak psikologis kepada seluruh civitas akademika Sekolah Bintara, terutama siswa dan guru yang sedang fokus melaksanakan rangkaian ujian sekolah demi meraih kelulusan siswa untuk melanjutkan pendidikannya di masa depan,” tuturnya

“Para orang tua siswa khawatir akan kelanjutan pelaksanaan ujian sekolah dan proses pembelajaran pada umumnya,” timpalnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah orangtua siswa/siswi SMP dan SMA Bintara, Depok, menuntut pengembalian uang study tour. Kekecewaan mereka semakin menjadi lantaran ada dugaan intimidasi terhadap anak dari pihak yayasan.

Kuasa hukum sejumlah orangtua murid, Taty Wahyuni Oesman mengungkapkan, pihaknya telah melayangkan somasi pada pihak yayasan maupun sekolah, karena sampai saat ini uang terkait biaya study tour belum juga ada kejelasan.

“Disini ada dana studi tour yang tidak ada kejelasan, maksudnya kegiatan studi tour tidak dilaksanakan, namun transparansinya tidak ada,” katanya, Rabu 17 Maret 2021

Taty menyebut, kasus ini terjadi pada sejumlah murid ditingkat SMP dan SMA di Bintara, Depok. Pemungutan pembayarannya study tour sudah dilakukan sejak awal Januari 2020. Namun karena pandemi, rencana perjalanan Depok-Bali itu pun akhirnya terhenti.

“Disini klien kami (orangtua murid) sebenarnya menuntut itu saja, menuntut transparansi pengembalian uang,” ujarnya.

Pihak sekolah atau yayasan, kata Taty, sampai saat ini hanya bersedia mengembalikan sekitar 30 persen, yaitu senilai Rp 1.325.000.

“Itu pun dialihkan untuk pembayaran SPP April-Mei, dari jumlah biaya study tour Rp 3.950.000 per siswa. SMP satu kelas, SMA dua kelas.”

Selain itu, Taty menilai cara penanganan sekolah terkait hal tersebut telah bertentangan dengan hukum.

“Kami nilai anak mendapat intimidasi, anak-anak ini harus menyetujui pengalihan dana ke SPP. Bahkan mereka sempat diberikan tekanan tidak akan mengikuti ujian pada 10 Maret kemarin.”

Padahal, sejumlah orangtua sudah melunasi pembayaran SPP sampai dengan Maret 2021.

“Tapi diwajibkan bayar April-Mei, sebelum ujian. Katanya jika tidak bayar tidak bisa ikut ujian. Anak-anak sempat diminta tanda tangan kuitansi untuk persetujuan.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here