Wow, MSG Ternyata Cocok untuk Diet Garam, Ini Penjelasannya

Ilustrasi MSG untuk diet garam. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi MSG untuk diet garam. (Foto: Istimewa)

DepokToday – MSG atau monosodium glutamate merupakan penyedap rasa yang biasanya ditambahkan pada makanan agar rasa yang dihasilkan bertambah gurih. Namun tahukah anda, jika ternyata MSG atau dikenal juga bumbu umami sangat tepat diterapkan bagi Anda yang sedang diet garam?

Menurut pakar gizi Khoirul Anwar, SGz, MSi yang dikutip dari laman okezone.com MSG dapat ditambahkan sebagai bumbu masakan untuk yang diet garam. Ada banyak kreasi menu makanan sehat yang cocok disantap bagi Anda yang mengurangi konsumsi asupan garam.

“Sebenarnya, jika kita ingin makanan yang kita konsumsi memiliki cita rasa yang tinggi sekaligus ingin diet rendah garam, menggunakan bumbu umami seperti MSG adalah solusinya,” ujarnya.

Kepala Program Studi Gizi Universitas Sahid Jakarta itu juga menjelaskan bahwa sangat penting seseorang untuk melakukan diet garam. Sebab cara ini bisa mengurangi risiko berbagai penyakit degeneratif.

Baca Juga: Gejala Umum Virus Corona Kini Bisa Berupa Diare, Ketahui Penyebabnya

Seperti dianjurkan Kementerian Kesehatan RI, mengurangi asupan gula, garam dan lemak (GGL) bisa mencegah timbulnya penyakit degeneratif seperti diabetes, jantung, dan hipertensi.

Khoirul menuturkan bahwa sudah ada banyak penelitian tentang MSG di luar negeri.

“Banyak penelitian seperti di Jepang menunjukkan bahwa penggunaan MSG bisa menjadi strategi diet rendah garam. Kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” jelasnya.

Berdasarkan situs alodokter.com, MSG adalah molekul sodium yang dikombinasi dengan asam glutamat. Molekul sodium digunakan untuk menstabilkan molekul glutamat, sementara asam glutamat berfungsi sebagai penyedap rasa.

Rasa umami dan penggunaan MSG telah lama menjadi bahan utama dalam masakan Asia, terutama makanan Tiongkok. Sebenarnya glutamat tidak memiliki rasa, namun mampu meningkatkan rasa lain dan menambahkan rasa gurih.

Meski Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Food and Agriculture Organization (FAO) dan World Health Organization (WHO) memasukkan MSG dalam klasifikasi bahan makanan yang “secara umum dianggap aman”, penggunaannya tetaplah kontroversial.

Anda dianjurkan untuk membatasi asupan MSG dalam makanan sehari-hari. Namun memang tidak ada salahnya untuk menambahkan MSG sebagai penyedap, dengan dosis rendah atau sedang, sesekali ke dalam masakan Anda. (lala/*)