Warga Menjerit Tuntut Ganti Rugi Tol Cijago di Limo, BPN Angkat Tangan  

Lilin menuntut ganti rugi Tol Cijago di Limo (Depoktoday.com)
Lilin menuntut ganti rugi Tol Cijago di Limo (Depoktoday.com)

DEPOK- Pembebasan lahan Tol Cijago nyatanya masih menyisakan sebagian masalah. Seperti yang dalami oleh Suharlin Lilin, wanita yang mengaku sebagai pemilik lahan dengan luas sekira 2.000 meter persegi di wilayah Kecamatan Limo, Depok.

Ia mengaku, persoalan terjadi ketika dirinya hendak mendapat uang konsinyasi atas pembayaran pembebasan Tol Cijago di kawasan Limo. Padahal menurutnya, tanah itu dibeli sejak 2001 dengan status girik atau tanah adat.

“Jadi pas saya datang ke BPN (Badan Pertanahan Nasional) Depok saat mau pembayaran, saya kaget karena katanya tidak bisa, tanahnya overlap. Inikan aneh,” katanya, Selasa 25 Mei 2021.

Di dampingi pengacara, Lilin menuntut ganti rugi Tol Cijago di Limo (Foto: Depoktoday.com)
Di dampingi pengacara, Lilin menuntut ganti rugi Tol Cijago di Limo (Foto: Depoktoday.com)

Tanah tersebut, belakangan diakui oleh salah satu perusahaan. Padahal, wanita yang akrab disapa Lilin itu yakin, bidang tanah yang dimaksud adalah berbeda.

“Katanya PT itu membeli secara lelang kepada PT Wisma. Tapi masalahnya mereka tidak mengkroscek dahulu tanahnya,” ujar dia.

Warga Tuntut Ganti Rugi Tol Cijago Limo

Usut punya usut, rupanya perusahaan tersebut juga bermasalah dengan warga lainnya. Terkait hal itu, pihak BPN pun telah melakukan pengukuran ulang.

Lilin dan beberapa warga menduga, ada kejanggalan pada kasus ini.

“Apakah PT itu memberi sesuatu ke BPN. Kok nggak memihak kita, padahal kita yang lebih kuat. Mereka kan dapatnya dari lelang. Mereka dapat tahun berapa kita tahun berapa,” katanya.

Sementara itu, seorang warga, Udin yang mengaku senasib dengan Lilin juga menuntut keadilan atas tanahnya. Berbeda dengan Lilin, Udin malah merasa namanya dicemarkan karena disebut sebagai mafia tanah.

“Saya pernah menjabat sebagai Ketua RW di lingkungan ini. Jadi kita punya surat-surat yang sah dan benar, tanahnya yang mana saja punya PT dan warga kita juga tahu,” katanya.

Baca Juga: Tuntut Ganti Rugi, Ratusan Warga Tutup Akses Tol Cijago II

Terkait hal itu, warga tengah berupaya menempuh jalur mediasi. Namun jika itu gagal, maka persoalan ini akan dibawa ke ranah hukum.

Kasi Pengadaan Tanah BPN Depok, Dwi Setyono. (Foto: Depoktoday.com)
Kasi Pengadaan Tanah BPN Depok, Dwi Setyono. (Foto: Depoktoday.com)

 

Menanggapi hal tersebut, Kasi Pengadaan Tanah BPN Depok, Dwi Setyono, mengaku tidak terlalu paham dengan persoalan di sana.

“Yang lebih kompeten itu bidang pengukuran, kalau kita pengadaan tanahnya hasil dari pemetaan,” katanya

Menurut Dwi, ada dua peta, dan masing-masing peta memiliki nomor bidang.

“Nah ternyata setelah diadakan verifikasi digabung terdapat tumpang tindih. Nah ini yang mengetahui adalah pengukuran. Teknis saya nggak bisa jawab, itu ada di pengukuran.” (rul/*)