Warga Jabar Dapat Bantuan Rp 500 Ribu, Ini Kriterianya

Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (Istimewa)
Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (Istimewa)

DEPOK- Menyebarnya wabah virus Corona (Covid-19) di Indonesia berdampak besar bagi kehidupan masyarakat. Salah satunya dari sisi ekonomi. Terkait hal itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun telah membuat kebijakan  berupa bantuan senilai Rp 500 ribu per Kepala Keluarga (KK).

Bantuan untuk masyarakat yang berdomisili di wilayah Jawa Barat ini dikhususkan untuk terdampak Covid-19, dan bakal berlangsung selama empat bulan. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi IV Jawa Barat, Imam Budi Hartono pada Senin 6 April 2020.

Pria yang akrab disapa IBH ini mengungkapkan, adapun warga yang bisa mendapatkan bantuan tersebut kriterianya adalah, pekerja yang bekerja dibidang perdagangan dan jasa dengan skala mikro dan kecil, seperti pedagang makanan, warung dan para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menurun omsetnya bahkan tak laku dagangannya akibat wabah Covid-19 ini.

“Kemudian pekerja yang bergerak dibidang pertanian dengan skala mikro dan kecil. Seperti peternak ayam, dan petani ikan,” katanya

Kriteria lainnya, kata IBH adalah, pekerja yang bergerak dibidang pariwisata dengan skala mikro dan kecil. Kemudian pekerja yang bergerak dibidang transportasi dengan skala mikro dan kecil. Seperti para tukang ojek, dan supir angkot.

Berikutnya, pekerja yang bergerak dibidang industri dengan skala mikro dan kecil. Seperti para pengrajin rumahan baik usaha kuliner atau industri garmen.

“Bantuan ini juga diberikan untuk penduduk yang bekerja sebagai pemulung. Harusnya ini bisa dikatagorikan para pemilah sampah di TPA. Penduduk lanjut usia, penduduk dengan kebutuhan khusus (disabilitas) dan penduduk yang anggota keluarganya terindikasi ODP dan PDP serta terinfeksi Covid-19.”

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, salah satu kota di wilayah Jawa Barat yang mendapat bantuan itu adalah mereka yang berdomisili di Depok. Dan sebagai catatan, dari penerima bantuan ini tidak mesti ber-KTP Depok. Ini agar diharapkan warga daerah lain tidak pulang kampung.

“Para penerima bantuan dari pusat yang selama ini seperti PKH (keluarga harapan) dan penerima BPNT (bantuan pangan non tunai) tidak lagi akan menerima bantuan ini. Tidak boleh dobel  penerima,” jelasnya

Lebih lanjut IBH mengatakan, berdasarkan data yang pihaknya ketahui, untuk Kota Depok akan di berikan kepada sekira 39 ribu warga, dengan bantuan senilai Rp 500 ribu per KK.

“Cara mengusulkan memang semua data akan dikumpulkan oleh Dinas Sosial yang berasal dari usulan RT/RW setempat.”

Sesuai dengan instruksi surat dari Provinsi Jawa Barat, kata IBH, usulan warga yg akan mendapat bantuan tersebut diminta untuk dilaporkan pada hari ini melalui Dinas Sosial Kota Depok.

Bantuan Rp 500 ribu itu akan di berikan dalam bentuk sembako senilai Rp 350 ribu dan uang tunai Rp 150 ribu. IBH menambahkan, bantuan ini akan dilaksanakan selama empat bulan selama wabah Covid-19 ini masih berlangsung.

“Penyaluran bantuan rencana akan dilaksanakan sebelum bulan Ramadhan. Semoga Allah mudahkan kerja pemerintah Jawa Barat dan Allah lindungi kita semua dari wabah Covid-19 ini. Amin.” (rul/*)