Warga Depok Tipu-tipu Rp 2 Miliar, Modusnya Jadi Jaksa Gadungan

Petugas meringkus Rully, pelaku penipuan bermodus jaksa gadungan. (DepokToday.com)
Petugas meringkus Rully, pelaku penipuan bermodus jaksa gadungan. (DepokToday.com)

DepokToday- Seorang warga Depok terpaksa berurusan dengan hukum lantaran diduga melakukan penipuan dengan modus mengaku-ngaku sebagai anggota jaksa. Tak tanggung-tanggung, pelaku berhasil mengerjai korbannya hingga rugi Rp 2 miliar.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, pelaku diketahui bernama Rully Nuryawan (53 tahun) warga Cinere, Kota Depok. Ia dibekuk Tim gabungan Intel Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Jateng) sekira pukul 03.30 WIB, di sebuah hotel di Semarang, pada Selasa 24 Agustus 2021.

Ketika diciduk, Rully sempat mengelak dan berkilah bila dirinya bukan orang yang dicari petugas. Namun setelah dicecar dan diintrogasi, ia pun akhirnya mengaku. Tak butuh waktu lama, petugas kemudian membawanya ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jateng.

Pelaku dugaan kasus penipuan diciduk (DepokToday.com)
Pelaku dugaan kasus penipuan diciduk (DepokToday.com)

Dari lokasi kejadian, tim kejaksaan turut mengamankan mobil Rully. Dari dalam mobil itu, petugas mendapati kartu identitas palsu petugas Kejaksaan Agung RI dan Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri.

Baca Juga: Tragedi Margo City Berpotensi Masuk Pidana, Begini Kata Polisi

Direktur Ideologi Politik Hukum dan Hankam Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Kejagung, Johny Manurung mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dugaan penipuan yang dilakukan oleh Rully pada Senin 23 Agustus 2021.

“Kita dapat laporan aduan Senin siang kemarin. Terus kita dalami, lokasinya kita dapat, ya sudah kita jalan dan tangkap dia di Semarang pagi ini,” katanya dikutip dari CNNIndonesia.com.

Modus Tipu-tipu Jaksa Gadungan Asal Depok

Sementara itu, Kasubdit Pengamanan Sumber Daya Organisasi Jamintel Kejakgung Atang Pujiyanto mengatakan, Rully menipu Asep, warga Jawa Barat dengan modus menjanjikan proyek pemeliharaan aplikasi switching baru di Bank Jabar senilai Rp 40 miliar.

Menurutnya, Rully yang mengaku jaksa utama lantas meminta uang muka sebesar Rp2 miliar kepada Asep dan langsung diberikan.

“Jadi modusnya, Rully ini mengaku jaksa utama atau jaksa bintang satu nawarin proyek di Bank Jabar senilai Rp40 miliar. Dia minta uang muka untuk jasa Rp2 miliar dan langsung diberikan korban,” jelasnya.

Baca Juga: [Update] BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Senin 23 Agustus 2021, Tersedia 908 Bed

Atang mengatakan, korban mulai curiga karena selama 6 bulan proyek yang dijanjikan Rully tak kunjung terealisasi. Korban sempat meminta uangnya kembali, namun tak direspons.

“Itu korban dan tersangka ketemu transaksi pada September 2020 lalu. Korban curiga, 6 bulan proyek yang dijanjikan tak ada kabar, terus minta uangnya kembali. Tapi Rully justru sudah tak bisa dihubungi lagi sehingga membuat korban akhirnya melapor.”

Jamintel Kejakgung masih bakal mengembangkan kasus dugaan penipuan ini karena diduga Rully tak menjalankan aksinya seorang diri. (rul/*)