Warga Depok Ancam Pidanakan Istri Nur Mahmudi, Ini Sebabnya

Ketua Yayasan Lembaga Batuan Hukum Kami Ada, Tatang, (Istimewa)

MARGONDA- Pernyataan anggota DPR RI, Komisi VIII, fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nur Azizah Tamhid yang menyebut sekira 70 persen siswi SMP di Kota Depok tak lagi perawan mulai berbuntut panjang.

Sejumlah warga dan praktisi hukum yang mengaku resah dengan pernyataan tersebut bahkan berencana bakal membawa istri mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail itu ke polisi.

“Tidak menutup kemungkinan saya akan laporkan pidananya. Ini berkaitan dengan Undang-undang ITE tentang penyeberan berita bohong dan membuat resah masyarakat Depok,” ucap Ketua Yayasan Lembaga Batuan Hukum Kami Ada, Tatang, Sabtu 26 Desember 2020

Dirinya mengaku, langkah tersebut mewakili perasaan warga Depok yang resah dengan pernyataan tersebut.

“Anggota DPR RI ini statmen berdasarkan apa, kalau ada survey, survey-nya kapan, penelitian metedologinya apa, sumbernya siapa. Kok bisa disebut siswi SMP 70 persen enggak perawan, ini kan jadi bumerang untuk Kota Depok,” katanya

Baca Juga: Tim Pemburu COVID-19 Geber Razia Hingga ke Mall

Menurut dia, apa yang disampaikan Nur Azizah adalah isu sensitif dan harus segera disikapi secara serius.

“Bahaya ini, bayangkan gimana respon masyarakat luar Depok ketika bicara banyak siswi di Depok yang tak perawan, ini akan membully anak-anak Depok dan sudah tentu menggangu psikologis anak. Orangtua juga jadi was-was. Akhirnya anak dicek, nah anak jadi korban,” tuturnya

Tatang meragukan kebenaran informasi tersebut. Sebab, menurutnya apa yang disampaikan Nur Azizah sangat kontra produktif dengan sebutan Depok sebagai kota layak anak.

“Ini anggota dewan ini berfikir enggak sih dampak dari statmennya itu. Yang jelas ini mengakibatkan dampak buruk terhadap anak-anak. Pertanyaannya itu benar atau tidak, buktinya apa. Dia harus bisa menyampaikan, membuktikan survey itu.”

Ia menilai, angka 70 persen yang disebut Nur Azizah adalah jumlah fantastis, dan itu sangat berdampak serius pada pola pikir anak maupun orangtua yang ada di Kota Depok.

“Tiba-tiba muncul angka 70 persen, itu angka yang luar biasa. Ini bicara Kota Depok sangat kontra produktif dengan kota layak anak, kota religius. Angka 70 persen itu luar biasa loh. Kacau ini,” katanya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here