Wali Kota Idris Beri Kelonggaran Tempat Ibadah Hingga Rumah Makan

Wali Kota Depok, Mohammad Idris (DepokToday.com)
Wali Kota Depok, Mohammad Idris (DepokToday.com)

DepokToday- Wali Kota Depok, Mohammad Idris telah mengizinkan tempat ibadah dibuka, namun tetap dengan kapasitas yang terbatas dan wajib mengikuti protokol kesehatan.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/336/Kpts/Satgas/Huk/2021 pada, Selasa 10 Agustus 2021.

“Tempat ibadah (masjid, mushola, gereja, pura, vihara, dan klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) diperkenankan,” katanya dalam isi surat tersebut

Kegiatan ibadah di tempat tersebut, kata Idris diperkenankan paling banyak 25 persen dari kapasitas atau 20 orang.

Dibukanya tempat ibadah secara terbatas di Depok untuk saat ini belum diikuti dengan kewajiban jemaah menunjukkan bukti diri telah divaksinasi COVID-19.

Baca Juga: Direktur DEEP Indonesia Diganti, Sekarang Dipimpin Perempuan

Satgas Penanganan COVID-19 Kota Depok menegaskan, sampai saat ini belum ada aturan yang mewajibkan masyrakat untuk menunjukan sertifikat vaksin COVID  dalam rangka berkegiatan.

“Belum,” kata Jubir Satgas COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, melalui pesan singkat WhatsApp.

Selain Tempat Ibadah, Wali Kota Idris Longgarkan Ini

Selain tempat ibadah, pelonggaran secara terbatas juga diberlakukan untuk usaha kuliner, khususnya restoran atau rumah makan yang berada di tempat terbuka (outdoor).

Pasukan Kodim 0508/Depok bagikan 300 paket obat untuk pasien isoman (DepokToday.com)
Pasukan Kodim 0508/Depok bagikan 300 paket obat untuk pasien isoman (DepokToday.com)

Meskipun diizinkan buka, namun operasional restoran atau rumah makan di tempat terbuka masih harus berlangsung dengan protokol ketat dan kapasitasnya dibatasi.

“Restoran/rumah makan, kafe dengan area pelayanan di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas paling banyak 25 persen,” tulis Wali Kota Depok, Idris, dalam surat keputusan tersebut.

“Satu meja paling banyak dua orang, dan waktu makan paling lama 20 menit,” timpalnya lagi. (rul/*)