Wali Kota Depok Targetkan Agustus Ini, Vaksinasi Capai 50 Persen Warga

Gerai vaksin merdeka Polsek Beji. (DepokToday.com)

DepokToday – Wali Kota Depok Mohammad Idris menargetkan akhir Agustus 2021 ini, jumlah masyarakat yang mendapatkan vaksinasi COVID-19 sebanyak 50 persen dari total jumlah penduduk.

“Target kami 50 persen akhir bulan ini melalui pelaksanaan vaksinasi massal di beberapa tempat,” kata Idris seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Depok, Senin 9 Agustus 2021.

Idris mengatakan, saat ini capaian vaksinasi COVID-19 di Kota Depok baru mencapai 23 persen dari target sasaran 1.613.557 orang.

Baca Juga: Pemerintah Umumkan 50 Juta Orang Indonesia Telah Divaksin COVID-19

Sebagai upayanya, ia mengatakan, terus melakukan percepatan vaksinasi di Depok, melalui beberapa kegiatan dan mendukung program vaksinasi massal yang digagas TNI-Polri, dan stakeholder lainnya.

“Hingga kini pelaksanaan vaksinasi di puskesmas dan rumah sakit yang bersifat regular masih terus dilakukan setiap harinya. Diharapkan semakin banyak masyarakat yang menerima vaksin sebagai upaya pencegahan Covid-19,” kata Idris.

Sebagai informasi, kasus COVID-19 di Kota Depok saat ini sudah mulai menunjukkan tren perbaikan. Hal ini terlihat dari angka kasus aktif, Bed Occupancy Rate atau BOR pada rumah sakit, serta positivity rate yang terus mengalami penurunan.

Baca Juga: Dicap Lambat, Ini Catatan PDIP untuk Pemkot Depok Soal Vaksinasi

Juru Bicara Satuan Tugas Penangan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, minggu ini BOR di Kota Depok sudah berada di angka 50 persen.

“Untuk BOR ICU 79,71 persen sementara BOR Isolasi 50,41 persen,” kata Dadang.

Menurut catatan DepokToday, penurunan BOR rumah sakit ini mulai terjadi sejak 20 Juli 2021. Secara konsisten, presentase BOR pada 22 rumah sakit yang menangani COVID-19 di Kota Depok mengalami penurunan.

Selain disumbang angka kesembuhan yang tinggi, penurunan BOR juga disebabkan penambahan jumlah bed yang terus meningkat dari sebelumnya hanya 1100 an bed, kini telah mencapai 1225 bed.

Sementara itu, lanjut Dadang, untuk positivity rate juga mengalami penurunan yang signifikan, dari 30,06 persen pada minggu lalu, minggu ini sudah berada di angka 25,12 persen. (ade/*)