Wali Kota Depok Luncurkan Kartu Depok Sejahtera, Untuk Apa?

Wali Kota Depok Mohammad Idris tunjukkan fisik Kartu Depok Sejahtera (KDS) usai luncurkan program tersebut di Aula Teratai Gedung Balai Kota Depok, Rabu 15 September 2021. FOTO: Dok. Diskominfo Depok
Wali Kota Depok Mohammad Idris tunjukkan fisik Kartu Depok Sejahtera (KDS) usai luncurkan program tersebut di Aula Teratai Gedung Balai Kota Depok, Rabu 15 September 2021. FOTO: Dok. Diskominfo Depok

DepokToday – Pemerintah kota luncurkan program Kartu Depok Sejahtera (KDS) untuk warga masyarakat pra-sejahtera dan terdampak COVID-19, Rabu 15 September 2021.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, KDS diberikan dalam bentuk kartu ATM yang dibagi kedalam dua jenis yang pertama berbasis kartu keluarga dan kedua siswa didik kurang mampu dari SD hingga pendidikan tinggi.

“Hari ini, 15 September 2021, Pemkot Depok resmi melaunching Kartu Depok Sejahtera (KDS), ini merupakan salah satu bentuk perhatian Pemkot Depok pada masyarakat kurang mampu secara ekonomi serta yang terdampak COVID-19,” tulis Idris melalui akun twitter pribadinya.

Idris berharap, program ini dapat mengangkat derajat warga yang kurang mampu, mengentaskan kemiskinan. Baik yang sudah masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) maupun yang belum terdaftar di dalamnya akan dibantu untuk diverifikasi sesuai regulasi.

“Secara bertahap KDS akan disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu, baik yang masuk dalam DTKS maupun yang belum,” tambahnya.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Depok, Idris mengaku, dimasa pemerintahannya tahun ini, sudah banyak ribuan bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak COVID-19.

Mulai dari menyalurkan bantuan kepada 4.000 masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial  (BPJS), 1.744 renovasi Rumah Tidak Layak huni (RTLH), 3.000 bantuan pangan bagi lansia dan disabilitas dan 923 santunan kematian (sankem).

“Kemudian ada  8.770 bantuan siswa SD/MI, 459 bantuan siswa SLB, 6.872 bantuan siswa SMP/MTS sederajat, 774 bantuan siswa SMK sederajat dan 40 bantuan pelatihan keterampilan dan penyaluran kerja,” kata Idris.

Ia menambahkan, Pemkot akan terus melakukan monitoring terhadap penyaluran KDS. Upaya tersebut untuk memastikan setiap bantuan tepat sasaran.

“Kami berharap masyarakat dapat terbantu dan terlepas dari himpitan ekonomi,” tutupnya. (ade/*)