Wali Kota Depok Beberkan Kondisi Puluhan Warganya Terkait Corona

Wali Kota Depok, M. Idris, ketika memberikan keterangan pers terkait virus corona.(DepokToday/Rul)

BALAI KOTA-Wali Kota Depok, Mohammad Idris, membeberkan kabar terbaru kondisi puluhan warganya yang diduga telah tersentuh virus corona.

Idris menyebut, sejumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) dalam kondisi sehat, kecuali ada beberapa yang masih menunggu hasil laboratorium.

Menurut Idris, beberapa orang di antaranya dinyatakan negatif adalah dua pekerja yang sempat berada di rumah dua pasien suspeck corona.

“Pertama ODP yaitu pembantu rumah tangga atau tukang kebun. Setelah ODP dinyatakan sehat. Yang menyatakan sehat tentunya yang kompeten dari RSPI dibolehkan, tadinya diisolasi di RSUD, lalu selesai tetap masih pemantauan puskesmas,” beber Idris kepada wartawan di Balai Kota Depok, Jumat (6/3/2020).

“Kedua orang pekerja itu, kini telah diperbolehkan pulang. Kalau empat orang tetangga bagian dari ODP ini hasilnya sore ini. Saya belum tahu. Itu yang empat orang tetangga yang sempat diinformasikan besuk si pasien ya,” lanjut Idris.

Idris menjelaskan, selain sejumlah ODP tadi, pihak terkait juga masih melakukan pengawasan terhadap 76 orang. Sebagian besar adalah petugas atau karyawan di salah satu rumah sakit swasta di Kota Depok. Mereka telah dipantau sejak Selasa 3 Maret 2020.

“Awalnya dilakukan pemeriksaan 16 orang, kemudian pada 4 Maret dilakukan swape 43 orang, dan 5 Maret dilakukan swape pada 17 orang. Totalnya ada 76 orang dan hasilnya belum ada, semua masih dalam pantauan puskesmas sesuai wilayah masing-masing,” ujarnya.

Kemudian, lanjut Idris, ada satu lagi warga Depok yang juga sempat dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Pria itu dirujuk setelah mengeluhkan sejumlah gejala usai pulang dari China.

“Sebenarnya kemarin tidak dianggap pemantauan tapi sudah pasien, gejalanya seperti itu. Ternyata hasil labnya itu dia sakit paru-paru, TBC lah. Akhirnya diperbolehkan pulang tapi dalam pantauan puskesmas, karena obatnya harus rutin kalau TBC. Ini tentang beberapa orang yang menjadi tanggungjawab kita,” jelasnya.

Selain akan terus melakukan pengawasan terhadap sejumlah orang tadi, Pemerintah Depok juga telah menyiapkan crisis center dengan nomor layanan di 112 dan 119.(rul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here