Wali Kota Depok Batasi Pusat Perbelanjaan Hanya Sampai Pukul 19.00

Pemeriksaan kapasitas pengunjung pusat perbelanjaan (Istimewa)

DEPOK – Pemerintah Kota Depok kembali membatasi aktivitas warga secara ketat pasca lonjakan kasus COVID-19 yang sedang terjadi. Salah satunya adalah membatasi jam operasional pusat perbelanjaan.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, mulai hari ini, Pusat Perbelanjaan, mall, supermarket, midi market dan minimarket, hanya dapat beroperasi sampai dengan pukul 19.00 WIB dengan kapasitas 30 persen.

“Pasar Rakyat dan Pasar Tradisional beroperasi dari pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB, dengan kapasitas 30 persen,” kata Idris melalui keterangan resminya, Senin 21 Juni 2021.

Baca Juga : Lonjakan COVID-19 Signifikan, Pemkot Depok Ambil Langkah Tegas

Idris mengatakan, aturan terbaru tersebut termuat dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok nomor 443/249/Kpts/Dinkes/Huk/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Idris menambahkan, pengetatan lainnya juga berlaku untuk rumah makan dan pedagang kaki lima di Kota Depok. Dari yang tadinya diizinkan untuk makan ditempat asalkan okupansi meja sebesar 50 persen, kini sudah tidak boleh.

“Restoran, kafe, warung makan, pedagang kaki lima dan sejenisnya, hanya boleh take away atau dibawa pulang, tidak diperbolehkan makan dan minum di tempat,” kata Idris.

Lebih lanjut Idris mengatakan, dengan adanya aturan tersebut diharapkan dapat membuat masyarakat tetap dirumah dan membatasi aktivitas selama adanya pandemi COVID-19 yang masih melanda.

Baca Juga : Satgas COVID-19 Minta Ambil Pelajaran Dari Lonjakan Kasus Saat Ini

“Kegiatan di fasilitas umum dan ruang pertemuan (gedung pemerintah, swasta dan masyarakat), seluruhnya ditutup dan kegiatan seni, budaya komunitas, rapat, pertemuan, bimtek, workshop dan sejenisnya dilaksanakan secara daring,” kata Idris.

“Untuk aktivitas warga diluar ruang dibatasi sampai dengan pukul 21.00,” tambah Idris.

Sementara itu, untuk kegiatan di fasilitas umum, lanjut Idris, sudah tidak lagi diperkenankan dilakukan secara terbuka atau offline, melainkan harus secara online.

“Langkah kebijakan ini dilakukan sebagai wujud ikhtiar kita dalam upaya mengendalikan penyebaran COVID-19 yang semakin meningkat tajam saat ini,” kata Idris.

Sebagai informasi, hingga Minggu, 20 Juni 2021, total kasus aktif di Kota Depok telah berjumlah 4.241 kasus. Positivity rate mencapai 38,29 persen dan tingkat keterisian rumah sakit untuk ruang ICU mencapai 96,36 persen dan ruang isolasi mencapai 86,37 persen.  (ade/*)