Wali Kota Depok Akui Vaksinasi Berjalan Lamban, Ini Alasannya

Mendagri Tito Karnavian dan Wali Kota Depok Mohammad Idris di Balai Kota Depok (DepokToday.com)
Mendagri Tito Karnavian dan Wali Kota Depok Mohammad Idris di Balai Kota Depok (DepokToday.com)

DEPOK – Wali Kota Depok Mohammad Idris mengakui adanya kelambanan dalam pelaksanaan vaksinasi di Kota Belimbing ini. Hal itu disebabkan karena stok vaksin yang juga habis.

“Seperti dikatakan pak menteri (Mendagri), vaksin yang diberikan kementerian kepada kita itu sudah habis sudah kosong. Itu angka vaksin sudah sesuai pemberian vaksin,” kata Idris usai menerima kunjungan Mendagri Tito Karnavian, Jumat 23 Juli 2021.

Untuk itu, lanjut Idris, dengan adanya pelaksanaan vaksinasi oleh TNI dan Polri dapat membantu mencukupi target vaksinasi di Kota Depok. “Vaksin dari TNI Polri itu membantu,” kata Idris.

Idris mengatakan, saat ini berdasarkan data hasil capaian vaksinasi di Dinas Kesehatan Kota Depok, baru sebesar 17 persen dari target 1,6 juta penduduk se-Kota Depok.

“Kan permasalahannya vaksinnya ada atau tidak? kita mau lakukan vaksin keliling, tapi kalau vaksinnya enggak ada kita gimana keliling,” kata Idris.

Idris pun mengaku akan meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk mencukupi target tersebut.

Baca Juga: Masyarakat Menilai, Pemkot Depok Lamban Dalam Proses Vaksinasi

“Tadi arahan pak menteri, segera minta ke Kementerian Kesehatan, karena pusat sudah sepakat aglomerasi ini menjadi atensi utama dan prioritas untuk penanganan masalah ini,” kata Idris.

Terpisah, Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian mengatakan, saat ini kendala utama mencukupi target vaksinasi adalah karena dosis yang terbatas.

“Kita harus paham, negara kita bukan produsen vaksin, kita masih melakukan impor,” kata Tito disela kunjungan ke Kota Depok.

Tito pun mengatakan, dengan dilakukannya impor vaksin, maka ketersediaan dosis vaksin pun masih terbatas. “Jumlahnya sangat dinamis, semua seluruh negara berebut,” kata Tito.

Untuk itu, Tito berharap agar vaksin merah putih produksi dalam negeri dapat segera berproduksi, agar kebutuhan akan vaksin di Indonesia dapat segera terpenuhi.

“Kita berharap vaksin merah putih bisa segera bisa berproduksi sukses ya, sehingga bisa memnuhi kebutuhan dalam negeri,” tandasnya. (ade/*)