Wali Kota Depok Akui Ada Kendala Pada Proses Vaksinasi COVID-19

Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat dialog virtual di Kemkominfo TV, Kamis, 17 Juni 2021. (Tangkapan layar Youtube Kemkominfo TV)
Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat dialog virtual di Kemkominfo TV, Kamis, 17 Juni 2021. (Tangkapan layar Youtube Kemkominfo TV)

DEPOK – Wali Kota Depok Mohammad Idris menyampaikan, sampai hari ini jumlah vaksin COVID-19 yang didistribusikan dari Pemerintah Pusat masih jauh dari kebutuhannya dan hal inipun menjadi kendala.

Idris menyampaikan, dari total kebutuhan vaksin di Kota Depok yang mencapai 1,1 juta dosis, tapi hingga hari ini yang diterima oleh pihaknya baru sebanyak 400 ribuan dosis.

“Ini ada kendala vaksinasi, mudah-mudahan dari pihak Satgas memberikan perhatian pada kami. Jumlah vaksin yang kami terima ini belum sesuai kebutuhan, artinya masih banyaklah,” kata Idris dalam dialog virtual di Youtube Kemkominfo TV, Kamis 17 Juni 2021.

Baca Juga : Tangani COVID, Presiden Geber Vaksinasi di Sejumlah Tempat Strategis

Idris mengatakan, sebelumnya Pemerintah Pusat menjatah Kota Depok sebanyak 1,1 juta dosis vaksin, karena berdasar hitungan setengah dari jumlah penduduk Kota Depok yang mencapai 2,2 juta penduduk.

“Kita baru bisa memvaksin sekitar 370 ribu dan kita sedang dalam proses penyelesaian sisa vaksin sekitar 400 ribuan, dari target 1,1 juta,” kata Idris.

Idris mengatakan, jika pihaknya mendapatkan dosis yang sesuai dengan kebutuhan, pihaknya sudah siap melancarkan program vaksinasi dengan perharinya menyasar 3 ribu orang.

“Kami dan temen-temen di rumah sakit swasta, bersepakat bisa perhari sampai 3 ribu sasaran, kalau memang ada vaksinnya dan vaksinnya memang memadai,” kata Idris.

Selain jumlah vaksin, lanjut Idris, banyaknya masyarakat khususnya pada lansia yang tidak menginginkan di vaksin dengan alasan keamanan dan kesehatan juga menjadi kendala lain.

Baca Juga : Vaksin Diklaim Ampuh Menangkal Mutasi COVID-19

“Kendala kedua, ini banyak sekali lansia yang belum memahami pentingnya vaksinasi dan tidak sedikit mereka yang merasa takut di vaksin,” kata Idris.

Idris mengatakan, dari data yang dihimpunnya, dari target vaksinasi kepada lansia sebanyak 143.722 orang, baru berhasil di vaksin sebanyak 52.777 orang.

“Untuk lansia, ini memang masih kurang sekali, sasarannya 143 ribu, dosis pertama hanya 28 ribu, dosis kedua 24 ribu, jadi masih perlu peningkatan,” kata Idris.

Idris pun berharap kedepan kendala vaksinasi ini bisa diatasi bersama antara Pemerintah Kota dengan Satuan Tugas COVID-19 pada tingkat Pemerintah Pusat.

Update Vaksinasi COVID-19 di Kota Depok

Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat dialog virtual di Kemkominfo TV, Kamis, 17 Juni 2021. (Tangkapan layar Youtube Kemkominfo TV)
Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat dialog virtual di Kemkominfo TV, Kamis, 17 Juni 2021. (Tangkapan layar Youtube Kemkominfo TV)

Lebih jauh Idris menyampaikan, untuk data laporan warga yang sudah di vaksin hingga 16 Juni 2021 adalah sebanyak 121.710 orang untuk dosis pertama dan 92.635 orang pada dosis kedua.

“Untuk sampai target realisasi vaksinasi di Kota Depok per tanggal 16 juni 2021. Untuk SDM kesehatan itu dari sasaran 15 ribuan, terlaksana dosis pertama 12 ribuan dan dosis kedua sampai 10 ribuan,” kata Idris.

Baca Juga : Dinkes Vaksin 12 Orang Gangguan Jiwa di Depok, yang Belum Banyak

Sementara untuk lansia, lanjut Idris, dari sasaran 143.722 orang yang telah divaksin dosis pertama sebanyak 28.673 orang dan dosis kedua 24.104 orang. Terakhir, petugas publik dari sasaran 127.567 orang, dosis pertama sudah divaksin 80.527 orang dan dosis kedua 57.643 orang. (ade/*)