Wakil Wali Kota Depok Minta Seluruh RW Punya Bank Sampah

Tumpukan sampah di Kali Baru, Depok (Istimewa)

DepokToday – Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono meminta masyarakat mengurangi timbulan sampah yang terbuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan membentuk bank sampah.

Dengan bank sampah, kata Imam, diharapkan sampah dapat dipilah dan mengurangi jumlah buangan ke TPA Cipayung.

“Saya berharap seluruh warga Depok sudah bisa memilah sampah rumah tangga. Agar dapat menekan jumlah sampah yang masuk ke TPA Cipayung,” kata Imam saat mengikuti kerja bakti di Perumahan Mutiara Depok, Sukmajaya, seperti dikutip laman resmi Pemkot Depok, Sabtu 2 Oktober 2021.

Imam mengatakan, saat ini kondisi TPA Cipayung sudah semakin mengkhawatirkan. Volume sampah yang terbuang kesana telah mencapai 1.000 ton per hari.

“Sampah yang masuk ke TPA Cipayung berkisar 1.000 ton per hari. Sebanyak 40 persen di antaranya adalah sampah anorganik, dan 60 persen organik,” kata Imam.

Baca Juga: Semakin Overload, Berharap Ada Revitalisasi di TPA Cipayung

Untuk itu, Imam mengatakan, agar masyarakat dapat memaksimalkan peran bank sampah di lingkungan rumah. Karena selain dapat mengurangi beban TPA Cipayung, juga mendatangkan keuntungan.

“Sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi pupuk, maggot dan eco enzim. Sedangkan sampah non organik didaur ulang menjadi barang yang memiliki nilai guna, melalui bank sampah,” kata Imam.

Politikus partai PKS ini berharap, tiap RW di Kota Depok dapat memiliki bank sampah. Hal itu untuk mendukung warga dalam memilah sampah rumah tangganya.

“Dengan melakukan pemilahan sampah di tingkat RW, target kota Depok menjadi zero waste akan tercapai di tahun 2025,” tutupnya.

Baca Juga: DLHK Depok Dorong Masyarakat Bentuk Bank Sampah

Sebelumnya, Kepala Unit Pelaksana Teknis TPA Cipayung, Ardan Kurniawan mengatakan, kondisi tempat sampah raksasa milik Pemkot Depok itu sudah semakin mengkhawatirkan. Gunungan sampah sudah melebihi batas wajar.

Jika batas wajarnya adalah setinggi 22 meter dari permukaan tanah, kini titik tertingginya telah mencapai 25 meter dari permukaan tanah. Begitupun dengan batas maksimal kapasitas yang seharusnya mentok di 2,5 juta meter kubik, saat ini sudah 3 juta meter kubik.

“Kondisi TPA Cipayung sudah sangat over kapasitas.” kata Ardan. (ade/*)