Wakasek SMPN 8: Masih Ada 8 Persen Orang Tua Tak Setuju PTM

Suasana Gebyar Vaksinasi Pelajar (Ge-SIP) sebagai upaya mengantisipasi anak tertular COVID-19 selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Selasa 7 September 2021. Foto: Depoktoday.com
Suasana Gebyar Vaksinasi Pelajar (Ge-SIP) sebagai upaya mengantisipasi anak tertular COVID-19 selama pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Selasa 7 September 2021. Foto: Depoktoday.com

DepokToday – Wakil Kepala Sekolah SMPN 8 Kota Depok, Siti Ruqiah menyebut, sampai hari ini masih ada kurang lebih 8 persen orang tua siswa belum menyetujui anaknya melakukan sekolah secara tatap muka atau PTM Terbatas.

“Dari seluruh siswa 1000 lebih, yang siap tatap muka 92 persen, sisanya 8 persen tidak siap,” kata Siti saat ditemui, Selasa 7 September 2021.

Siti mengatakan, rata-rata alasan para orang tua belum menyetujui anaknya dilepas di lingkungan sekolah selama pandemi COVID-19, karena khawatir akan keselamatan anak.

“Alasannya rata-rata akses transportasi harus jelas, mereka belum yakin dengan kondisi seperti ini,” kata Siti.

Siti mengatakan, meski hanya segelintir orang tua yang masih belum menyetujui anaknya melakukan PTM di sekolah, bukan berarti pihak sekolah mengesampingkannya.

Baca Juga: Pemkot Depok Persiapkan Mekanisme Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Bakal Lakukan Sejumlah Simulasi

Ia tetap memberikan fasilitas bagi para siswa yang orang tuanya belum mengizinkan sekola tatap muka.

“Kenapa disebutnya ptmt karena kita blanded, jadi ada yang masuk, yang tidak setuju ya kita akan memfasilitasi mereka dengan pembelajaran daring seperti biasa,” kata Siti.

Siti mengatakan, belum bisa meyakinkan para orang tua untuk mau melakukan pembelajaran tatap muka, sebelum adanya evaluasi dari pelaksanaan itu.

“Karena dia (orang tua) bisa diyakinkan kalau PTM sudah berjalan, jadi kalau sudah berjalan dilihat prokes betul-betul sudah terlaksana sepertinya diyakinkan dengan sendirinya,” kata Siti.

Lebih jauh, Siti mengatakan, PTM terbatas ini tidak akan sama seperti sekolah sebelum pandemi COVID-19. Tetap ada pembelajaran jarak jauh dalam setiap minggunya.

“Jadi seminggu mereka (siswa) hanya boleh PTM 2 hari rencananya gitu,” kata Siti. (ade/*)