Waduh.. Virus Corona Diduga Bisa Menyebar dari Kentut, Sejumlah Penelitian Ungkap Begini

Ilustrasi hejala Covid hilangnya penciuman. (Istimewa)
Ilustrasi hejala Covid hilangnya penciuman. (Istimewa)

DepokToday – Penyebaran virus Corona banyak diketahui menular dari droplet baik itu ketika batuk atau saat bersin. Walau belum ada penelitian yang komprehensif tentang cara lain virus asal Tiongkok ini bisa menyebar.

Namun, baru-baru ini, virus itu diketahui bisa menyebar lewat kentut. Sejumlah pejabat Inggris menemukan bukti virus Corona diduga mampu menyebar lewat kentut di ruang terbatas, seperti kamar mandi atau toilet umum.

Dikutip dari Suara.com pada Minggu 25 Juli 2021. Seorang menteri mengatakan, mereka telah membaca hal-hal yang kredibel tentang virus COVID-19 dari negara lain di seluruh dunia.

Mereka mengklaim bahwa ada bukti hubungan terkait genom antara dua individu dari bilik toilet di Australia.

Ada beberapa kasus penyakit yang terdokumentasi dengan baik menyebar melalui pipa limbah selama masa pembatasan sosial di Hong Kong.

Tapi, para ilmuwan belum mengonfirmasi kebenaran tentang virus itu bisa menyebar dari kentut. Seorang juru bicara Perdana Menteri mengaku tidak tahu kalau virus corona COVID-19 itu bisa menyebar melalui kentut.

“Kami menyimpan bukti ilmiah terbaru dalam peninjauan hal tersebut,” kata juru bicara tersebut dikutip dari The Sun.

Andy Tagg, seorang dokter Australia menunjukkan bahwa kentut bisa menyebabkan virus Corona setelah menganalisis serangkaian tes yang diambil dari pasien virus tersebut awal tahun 2021 ini.

Baca juga: Dokter Reisa: 80 Juta Anak Indonesia Tidak Baik-baik Saja, Sebagian Alami Perundungan Walau Sekolah Online

Hasil analisis pun menunjukkan bahwa virus Corona itu ditemukan dalam kotoran pasien sekitar 55 persen. Dr Tagg mengatakan virus corona itu bisa dideteksi dalam tinja dan telah terdeteksi pada orang tanpa gejala hingga 17 hari setelah pajanan.

“Mungkin virus COVID ini bisa menyebar melalui kekuatan parping, tapi kamu membutuhkan lebih banyak bukti. Jadi, lakukan protokol kesehatan yang sesuai dan aman,” kata Dr Tagg.

Sebelumnya, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di China mengumumkan bahwa pakaian bisa menjadi penghalang efektif terhadap virus corona.

CDC mengatakan bahwa kentut tidak mungkin menularkan virus corona Covid-19 bila seseorang memakai celana atau pakaian yang menghalangi. Tapi, pasien virus corona yang tidak memakai celana bisa menularkan penyakitnya melalui kentut dan orang lain bisa mengendusnya. (lala/*)