Waduh, Ratusan Kapal China Masuk Perairan Indonesia

Ilustrasi Kapal China (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Kapal China (Foto: Istimewa)

DepokToday- Badan Keamanan Laut (Bakamla) baru-baru ini memberikan laporan yang cukup mengejutkan, yakni tentang munculnya ribuan kapal milik Vietnam dan China yang masuk perairan Republik Indonesia (RI).

Dilansir dari Hops.id jaringan DepokToday.com, sejumlah kapal berbendera China itu tepatnya berada di perairan Natuna, dekat Laut China Selatan. Kapal-kapal tersebut, mengganggu aktivitas pertambangan kapal Nasional.

“Begitu dilihat kasat mata ataupun langsung pengamatan udara, itu bahkan sampai ratusan, mungkin ribuan kapal yang ada di sana,” kata Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut Laksda S. Irawan dikutip pada Rabu 15 September 2021.

Kapal China Tidak Terdeteksi Radar

Anehnya, kata dia, kapal-kapal milik negara asing itu tidak terdeteksi radar Indonesia. Bakamla mengetahui itu semua lewat pandangan mata berkat patroli yang dilakukan di sekitar perairan Natuna Utara dekat Laut China Selatan.

“Kapal coast guard China pun masih mengganggu atau membayang-bayangi kerja daripada rig noble yang berbendera Indonesia di bawah [Kementerian] ESDM,” katanya.

Bakamla (Foto: Istimewa)
Bakamla (Foto: Istimewa)

Kekuatan Bakamla Memprihatinkan

Irosnisnya lagi, Bakamla memiliki keterbatasan armada untuk menjaga perairan Indonesia. Patroli juga bisa dilakukan berkat meminjam dari TNI. Salah satunya pesawat.

“Kami kerja sama dengan Kogabwilhan, khususnya wilayah Natuna Utara ini, kami ke Kogabwilhan I dan TNI AU untuk kita melaksanakan kerja sama pemantauan udara,” ujarnya.

Baca Juga: Bawang Dayak, Tanaman Kalimantan yang Punya 4 Khasiat Ajaib

Terkait hal itu Irawan kemudian meminta dukungan DPR, terutama Komisi I agar Bakamla bisa lebih baik dalam menjalani tugas pengawasan wilayah perairan Indonesia.

Menurutnya, saat ini Bakamla hanya memiliki 10 kapal. Itupun sejumlah kapal tersebut belum bisa beroperasi penuh meski kondisi perairan sekitar Laut China Selatan dan Natuna Utara masih sangat dinamis.

“Ini harus kita waspadai bersama. Dari DPR ini, mudah-mudahan ada suatu keputusan, jalan keluar, bantuan dari Komisi I untuk kedaulatan kita tidak bisa diinjak-injak oleh mereka itu,” harapnya. (rul/*)