Waduh! Petinggi Korut Perintahkan Rakyatnya Tahan Lapar Sampai 2025

Ilustrasi pasukan khusus yang mengincar pejabat Korut (Foto: Istimewa)
Ilustrasi pasukan khusus yang mengincar pejabat Korut (Foto: Istimewa)

DepokToday- Pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong Un meminta rakyatnya untuk “mengencangkan ikat pinggang” sampai 2025. Hal ini dikarenakan negara tersebut sedang berada dalam bayang-bayang bencana krisis pangan.

Melansir wowkeren.com, kondisi ini semakin pelik bagi negara yang dikenal sebagai Republik Demokrat Rakyat Korea (DPRK) itu dengan adanya sanksi yang dijatuhkan komunitas internasional dan wabah COVID-19.

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 29 Oktober 2021: Jokowi Punya Kakak di Korea, Presiden Korea Traktir Jokowi

Terkait hal itu, maka pemerintah Pyongyang memerintahkan rakyatnya untuk mengurangi porsi makan mereka, setidaknya sampai tiga tahun ke depan.

Adalah media Radio Free Asia (RFA) yang melaporkan perintah ini. RFA sendiri, mengutip Mothership, merupakan media yang bertekad untuk menampilkan berita-berita lokal dari negara Asia dengan lingkungan jurnalistik yang buruk di seantero Asia.

Permintaan Pyongyang ini disampaikan lantaran perbatasan Tiongkok dan Korut ditutup akibat pandemi COVID-19 pada awal 2020.

Dan Pyongyang memperkirakan perbatasan tersebut akan ditutup beberapa tahun ke depan, yang secara efektif akan menutup impor makanan ke negara tersebut.

Baca Juga: Berkas Pembunuhan Anggota TNI Diteliti Jaksa, Tersangka Segera Disidang

Menurut RFA, Pyongyang meminta warganya untuk menanam makanan di rumah setidaknya untuk tiga tahun ke depan karena kemungkinan kecil perbatasan tersebut akan dibuka sebelum 2025.

Sedangkan penutupan perbatasan tersebut, menurut Korut, adalah sebagai strategi untuk melawan COVID-19.

Media RFA mengutip sumber yang tak disebutkan namanya perihal propaganda pemerintah terkait pengendalian COVID-19.

Pyongyang menekankan bahwa bahwa negara-negara lain mengalami keadaan COVID-19 yang lebih buruk, di mana jumlah kasus positifnya sangat besar, begitu pula dengan angka kematiannya.

Reaksi Warga Korut

Namun klaim Pyongyang ini tampaknya tak terlalu dipercaya penduduk Korut sendiri. Atas situasi yang dialami warga Korut saat ini, termasuk 25 juta warga Korut yang terancam kelaparan, menyalahkan pemerintah.

“Mereka mengatakan pada pertemuan itu bahwa situasi virus Corona di negara lain sangat buruk. Jumlah kematian terkait virus Corona meningkat pesan setiap hari di seluruh dunia,” kata sumber RFA yang tak disebutkan namanya.

Baca Juga: Dampak Hujan Deras, Simpang Mampang Macet Parah Karena Banjir

“Tetapi penduduk tidak mempercayai penjelasan pihak berwenang dengan mengatakan, tidak peduli seberapa sulit situasinya, di mana di Bumi mungkin ada orang yang mengalami lebih banyak kesulitan daripada kita?” ujarnya. (rul/*)