Waduh! Pemkot Depok Dikerjai 6.781 Panggilan Iseng

Kepala Diskominfo Depok, Sidiq Mulyono

MARGONDA– Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok mencatat, sepanjang 2019 pihaknya telah menerima sebanyak 281.934 aduan darurat di nomor 112 yang merupakan nomor telepon khusus untuk layanan masyarakat.

Dari angka itu, 275.153 diantaranya terlayani sedangkan sisanya hanya prank call atau panggilan iseng dengan jumlah mencapai 6.781 panggilan. Kepala Diskominfo Depok, Sidik Mulyono mengakui pihaknya belum bisa menindak tegas para pelaku karena belum ada dasar hukum yang mengaturnya.

“Ini (prank call) kita belum memiliki payung hukum, kalau di luar negeri ini langsung terjerat hukum. Terkait itu kami imbau, inikan layanan 112 layanan merupakan layanan darurat untuk masyrakat maka bijaklah menggunakanya,” kata dia pada wartawan, Senin 23 Desember 2019

Sidik menegaskan, kedepan hal itu akan menjadi bahan evaluasi serius. Ia pun mengimbau, agar masyarakat bijak dan jangan menyalahgunakan layanan Pemerintah Depok itu untuk main-main atau sekedar iseng.

“Nah ini kita kedepannya kita akan membuat payung hukum agar apa bila ada yang melapor harus bertanggungjawab. Kalau anak-anak nanti yang bertanggungjawab orangtuanya.”

Lebih lanjut Sidik mengungkapkan, adapun layanan 112 dari sisi kegawat daruratan yang telah tertangani adalah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT sebanyak tiga laporan, kriminalitas tiga laporan, kebakaran 30 laporan, kesehatan lima laporan, kerusuhan 13 laporan, kecelakaan 32 laporan, trantium 56 aduan

“Dan aduan lainnya itu 34 laporan. Ini kan kita sampaikan ke masing-masing instansi terkait dan itu semua direspon.”

Ketika disinggung berapa jumlah web atau informasi hoax yang ditangani, Sidik mengaku hal itu adalah kewenangan pusat.

“Di kita sendiri tidak melakukan patroli siber gitu, jadi ini kan memang permintaan pusat kita cek info hoax aja yang ada di pusat dan langsung ketahuan infonya seperti apa tingkat kota hanya meneruskan. Kalau memang ada di Depok kita klarifikasi,” ujarnya. (rul/*)