Waduh, Napi Kendalikan Pelajar Depok Edarkan 38 Kg Ganja

Barang bukti ganja sitaan Polresta Depok (DepokToday, Rul)

PANMAS– Satuan Narkoba Polresta Depok berhasil membekuk dua pelaku narkotika, dengan barang bukti sebanyak 38 kilogram ganja kering siap edar. Ironisnya, salah satu pelakunya ternyata masih berusia di bawah umur dengan status pelajar Sekolah Menengah Atas atau SMA.

Usut punya usut, peredaran barang haram ini ternyata dikendalikan dari balik jeruji besi alias lembaga pemasyarakatan atau Lapas. Kedua pelaku yang telah diamankan polisi masing-masing berinisial FF (16 tahun) dan MFS (19 tahun).

Kapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengatakan, pengungkapan pelaku narkotika ini diawali dari penyelidikan yang menyebut adanya informasi beberapa pelajar memakai narkotika.

“Setelah kami selidiki, ternyata salah satu pengedarnya pun merupakan anak sekolah. Kami dalami lagi, ternyata benar dia masih sekolah di sebuah sekolah di Depok. Kita dalami dan dia mengatakan mendapat jaringan pengedar narkotika itu dari dalam lapas,” katanya pada wartawan, Senin 14 Oktober 2019

Dari hasil penangkapan terhadap FF (pelajar), polisi kemudian berhasil meringkus tersangka lainnya, yakni MFS. “Dari tsk (tersangka) pertama, kami mendapatkan barang bukti seberat 1 kilo ganja. Kemudian kami kembangkan dan mendapat narkotika seberat 38 kilogram lebih.”

Azis mengungkapkan, kedua remaja itu semula hanya pemakai, namun dalam perjalanannya mereka masuk dalam jaringan perdagangan narkoba. “Kemudian merea tergiur untuk mendapatkan hasil dari penjualan tersebut. Mereka mengaku sekali antar perkilogramnya diupah RP 500 ribu. Sehari itu bisa sekali sampai dua kali antar sampai habis stoknya.”

Saat ini, lanjut Azis, pihaknya masih terus menggali keterangan kedua tersangka untuk mengungkap pelaku lainnya atas  kasus ini. Salah satunya adalah aktor utama yang mengendalikan dari dalam lapas di wilayah Lampung.

“Yang jelas jangan sampai terus terulang dan korbannya anak pelajar, sangat nerugikan Kota Depok dan seluruh Indonesia,” katanya

Pemkot Kaget

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna yang turut menyaksikan langsung pengakuan tersangka, mengaku terkejut.

“Yang jelas kami prihatin karena generasi muda diracuni dengan hal-hal negatif. Kami akan bekerjasama dengan seluruh elemen serta komponen masyarakat untuk memberantas narkotika,” katanya di Mapolresta Depok

Pradi mengatakan, ini menjadi hal penting karena menyangkut generasi bangsa. Terkait hal itu, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan langkah-langkah kongkret, diantaranya melakukan tes urine pada para siswa di sejumlah sekolah.

“Kami juga mengimbau orang tua agar lebih teliti mengawasi anaknya diluar sekolah atau diluar rumah, mengingat keprihatinan anak pelajar ini jadi pengedar dan jumlahnya tidak sedikit,” ujarnya (rul)