Waduh, Depok Kekurangan Relawan Pemulasaraan Jenazah COVID

PELAJARI : Sejumlah relawan mengikuti pelatihan pemulasaraan jenazah Covid-19 di kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Kamis (15/10).

DEPOK – Kasus kematian akibat Covid-19 di Kota Depok mengalami penambahan di tiap minggunya. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan jumlah relawan pemulasaraan jenazah. Musababnya, banyak relawan pemulasaraan jenazah yang mengundurkan diri.

Kabid Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Denny Romulo membenarkan, relawan pemulasaraan jenazah di Kota Depok banyak mengundurkan diri. Sebanyak 36 relawan, kini hanya 11 relawan yang bersedia melakukan pemulasaraan jenazah Covid-19.

“Iya relawan mengundurkan diri tersisa empat pria dan tujuh perempuan,” ujar Denny, Kamis (15/10).

Denny mengungkapkan, tidak dapat berbuat banyak relawan pemulasaraan jenazah yang mengundurkan diri. Menurutnya, relawan takut akan terpapar Covid-19, apalagi relawan pemulasaraan jenazah siaga selama 24 jam untuk melakukan penanganan jenazah.

Denny menjelaskan, relawan sebelumnya sempat menguluhkan Alat Pelindung Diri (APD) untuk melakukan penanganan, namun keluhan tersebut telah dipenuhi pihaknya. Selain itu, relawan pemulasaraan jenazah telah dibekali pelatihan dalam penanganan jenazah Covid-19, serta vitamin guna menjaga kesehatan relawan.

Denny menuturkan, idealnya relawan pemulsaraan jenazah per kecamatan minimal empat orang. Namun, melihat kondisi relawan yang ada saat ini, akan dimaksimalkan untuk penanganan. Bukan hanya itu, setiap relawan pemulasaraan jenazah diberikan honor dari APBD Kota Depok sebesar Rp1.500.000, setiap melakukan penanganan.

“Kita berikan satu penanganan sebesar Rp1.500.000, apabila ada empat relawan ya dibagi empat honor tersebut,” tutup Denny. (iky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here