Viral Rekaman Detik-detik Ulama MUI KH Edi Junaedi Meninggal Dunia

KH Edi Junaedi (Foto: Istimewa)
KH Edi Junaedi (Foto: Istimewa)

DepokToday- Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, KH Edi Junaedi Nawawi, meninggal dunia pada Rabu 15 September 2021. Detik-detik sang ulama wafat sempat terekam kamera hingga akhirnya viral dijagat media sosial.

Dalam keterangan yang ditulis akun Instagram Warung Jurnalis, ulama tersebut meninggal dunia ketika sedang mendegar sambutan pada acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Gedung MUI Kota Tangerang, Banten.

Dalam video yang beredar, saat itu KH. Edi Junaedi duduk di bangku depan dan terlihat sedang memegang dada, seperti kesakitan. Selang beberapa saat kemudian, tiba-tiba ia tak sadarkan diri.

Sejumlah orang yang hadir dalam acara tersebut langsung menghampiri untuk memberi bantuan. Namun sayang, nyawanya tak tertolong.

“Meninggal pukul 10.15 WIB di kantor (Gedung MUI Kota Tangerang), lagi ngisi acara di pembukaan Rakerda,” kata Ketua MUI Kota Tangerang, KH Ahmad Baijuri Khotib, dikutip dari Republika pada Kamis 16 September 2021.

Baca Juga: Menguak 3 Srikandi UP yang Bergelar Guru Besar, Ini Keahliannya

Lebih lanjut Ahmad Baijuri menjelaskan, dalam acara tersebut almarhum sempat menyampaikan sepatah dua patah kata dalam sesi sambutan. Usai menyampaikan sambutan, lantas almarhum bersandar dan secara tiba-tiba tidak sadarkan diri.

“Sudah selesai sambutan, beliau bersandar di bangku, sudah enggak ada (tidak bernyawa),” terangnya.

Beberapa orang kemudian melarikan KH Edi Junaedi ke Rumah Sakit Sari Asih, namun pihak medis menyatakan bahwa beliau telah meninggal dunia.

Netizen Doakan KH Edi Junaedi

Kini almarhum dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Encle di Kota Tangerang.

“Beliau sosok yang luar biasa, panutan bagi kita semua. Beliau dengan kondisi yang usianya 84 tahun masih aktif membimbing kita sebagai Ketua Dewan Pertimbangan,” katanya.

Sejumlah netizen yang mengetahui kabar duka tersebut beramai-ramai mendoakan almarhum.

“Innalillahi wa innailaihi raji’un. Selamat jalan Kyai,” tulis warganet. “Innalillahi wa innailaihi rojiun, semoga husnul khotimah,” kata yang lainnya.

“Innalillahi wa innailaihirojiun. Alfatiha,” ucap warganet lainnya.

“Turut berduka yang mendalam atas berpulangnya Bp. KH Edi Junaedi,” tulis warganet lagi. (rul/*)