Video Rombongan Pasukan TNI Kembali Diserang OPM, Begini Endingnya  

Ilustrasi TNI buru OPM (Foto: Istimewa)
Ilustrasi TNI buru OPM (Foto: Istimewa)

DepokToday- Aksi saling tembak antara aparat gabungan TNI-Polri dengan kelompok separatis Komite Nasional Papua Barat atau OPM kembali terjadi. Kali ini, peristiwa itu terjadi di Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, pada Minggu 5 September 2021.

Kontak senjata itu terjadi setelah KNPB-OPM menyerangan rombongan Danrem 181/PVT Brigjen TNI Indra Heri yang sedang melakukan koordinasi.

Kejadian ini sempat terekam kamera amatir dan viral setelah diunggah di akun Instagram warungjurnalis dan dikutip pada Selasa 7 September 2021.

Berdasarkan keterangan pada akun tersebut, kejadian bermula ketika dilaksanakan serah terima pasukan Tim 3 Yonif Raider 762 dengan jumlah 44 orang yang dipimpin Lettu Inf Denari (Danki) dengan tujuan Pos Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur.

Kronologi Serangan

Ikut dalam rombongan adalah Danrem, Asintel Kodam, Kasi Intel Korem, Kapolres Sorsel, Dandim, Ketua DPRD dan Apintel di antaranya dari Bin, Bais Mandala dan Denintel.

Kemudian, sekira pukul 14:30 WIT, rombongan masuk melewati pertigaan Susumuk Maauk Arah Aifat dengan melewati Kampung Sory, Fatemanaa, Saba, Tasimara,dan Fankahrio.

Tiba-tiba di tengah perjalanan rombongan terhenti pada pukul.15:40 WIT akibat jembatan kayu panjang 6 meter dan lebar 4 meter putus dirusak oleh Kelompok KNPB-OPM.

Baca Juga: Digempur Balik TNI Habis-habisan, TPNPB-OPM Kini Ngajak Berunding Jokowi

Setelah diperbaiki, pukul 15.40 WIT, rombongan Danrem kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, jarak 20 dari jembatan ada pohon ditumbangkan menghalangi jalan dan pada jarak 200 m jembatan kedua juga dirusak.

Detik-detik TNI Diserang OPM

Kemudian usai jembatan kedua jarak 100 meter ada pohon ditumbangkan kejalan rombongan melanjutkan perjalanan sekitar 2 km.

Pukul 16:17 WIT rombongan paling depan mendapatkan tembakan dari KNPB-OPM arah kiri. Tak tinggal diam, aparat langsung melakukan serangan belasan hingga komplotan separatis itu pun melarikan diri.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kontak tembak tersebut. Namun, imbas dari kejadian ini, Danrem memutuskan untuk melaksanakan pengunduran kembali ke Kodim Ayamaru melaksanakan konsolidasi dan merencanakan langkah selanjutnya. (rul/*)