Vaksinasi Dosis 2 di 21 Provinsi Kurang 30 Persen, Pemerintah Kejar Target

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. (Istimewa)
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito. (Istimewa)

DepokToday – Pemerintah kejar target vaksinasi dan terus meminta masyarakat secara bersama-sama menciptakan upaya kolektif menjaga protokol kesehatan.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan, yang tak kalah penting juga upaya pemerintah mempercepat peningkatan capaian vaksinasi, utamanya dosis kedua.

Dia mengatakan, masyarakat yang telah mendapatkan vaksinasi penuh akan terhindar dari perburukan jika tertular COVID-19.

“Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah tertinggi orang yang telah divaksinasi minimal dosis pertama, namun kita tetap perlu meningkatkan cakupannya terhadap target sasaran vaksinasi di Indonesia,” ungkap Wiku seperti dilansir dari covid-19.go.id, pada Minggu 31 Oktober 2021.

Baca Juga: Terpopuler DepokToday, 30 Oktober 2021: Gatot Nurmantyo Banting HP, Tuyul Pesugihan di Era Digital

Dari data Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), per 24 Oktober 2021, capaian vaksinasi dosis ke-1 di Indonesia mencapai 54,27 persen. Sedangkan untuk dosis ke-2 baru mencapai 33,18 persen.

Pada sebaran wilayahnya, pemerintah menjelaskan terdapat 13 Provinsi mencapai cakupan vaksinasi dosis ke-2 diatas 30 persen, yaitu DKI, Bali, DIY, Kep Riau, Bangka Belitung, Banten, Kaltim, Jambi, Jatim, Sulawesi Utara, Jabar dan Jateng. Bahkan, DKI, Bali dan DIY 50 persen penduduknya telah divaksin dosis penuh.

Baca Juga: Target Vaksinasi Dianggap Tidak Konsisten, Satgas Depok: Daerah Butuh Parameter

Meski demikian, pemerintah menyebutkan, masih terdapat 21 Provinsi yang capaian dosis ke-2 nya kurang dari 30 persen. Masyarakat harus dipastikan sudah tervaksinasi penuh agar mendapat perlindungan yang maksimal.

Baca Juga: Kemenkes Sebut, Kota Depok Mengalami Tren Penambahan COVID-19 Selama Dua Bulan

“Selain itu, vaksinasi dosis penuh dapat meminimalisir gejala berat sehingga yang terkonfirmasi positif tidak harus dirawat di fasilitas kesehatan,” pungkasnya.(lala/*)