Gencarkan Vaksin COVID-19 di Depok, Puskesmas Panmas Sediakan 200 Kuota Perhari, Catat Waktunya

Seorang warga sedang disuntik vaksin.(Foto: Istimewa)
Seorang warga sedang disuntik vaksin.(Foto: Istimewa)

DepokToday – Pelaksanaan vaksin COVID-19 di Depok terus dilakukan bagi warganya, kegiatan yang terus digencarkan ini menjadi salah satu fokus kegiatan untuk mengejar target sebanyak 1,6 juta warga hingga  akhir tahun 2021.

Sejumlah kegiatan vaksin  COVID-19 di Depok dilaksanakan, termasuk juga kegiatan yang dilakukan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Pancoran Mas (Panmas) yang membuka layanan vaksinasi bagi masyarakat di wilayah kerjanya. Vaksinasi dibuka selama empat hari yaitu 25-28 Oktober 2021

Kepala UPTD Puskesmas Pancoran Mas, Sih Mahayanti mengatakan, pihaknya membuka layanan vaksin untuk warga Depok dengan jenis Pfizer dosis satu dan dua, serta Sinovac dosis dua. Peserta vaksin dapat langsung mendatangi Puskesmas Pancoran Mas di Jalan Pemuda, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas.

“Peserta vaksin datang langsung ke Puskesmas ambil nomor antrean dan formulir, pendaftarannya on the spot tidak melalui link. Pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00-selesai,” sebut dia seperti dilansir dari situs beritadepok.go.id, pada Senin 25 Oktober 2021.

Baca Juga: Bukan Hanya Masuk Angin, Perut Kembung juga Tanda Sejumlah Penyakit Serius Ini

Dia mengungkapkan, setiap hari pihaknya menyediakan kuota untuk 200 orang. Sasarannya adalah usia 12 tahun ke atas, ibu hamil lebih dari 13 minggu dan ibu menyusui, lansia dan pra lansia, disabilitas yang terkontrol, dan orang dengan gangguan jiwa.

Baca Juga: Saingi Amerika dan Rusia, Tiga Negara di Asia Ini Sukses ke Luar Angkasa dengan Roket Sendiri

Bagi masyarakat yang ingin divaksin, lanjut Sih, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, membawa fotokopi KTP/Kartu Keluarga (KK) dua lembar, membawa kartu vaksinasi dosis satu bagi peserta vaksinasi dosis dua.

“Membawa alat tulis sendiri dan tidak positif COVID-19 selama satu bulan terakhir. Dokter Puskesmas akan melakukan screening untuk menentukan pasien dapat divaksin atau tidak,” ucap dia. (lala/*)