Uu Ruzhanul Prihatin Banyak Jurnalis Jadi Korban Keganasan COVID

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. (DepokToday.com)
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. (DepokToday.com)

DEPOK- Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas wafatnya sejumlah jurnalis Indonesia akibat terpapar COVID-19.

Berdasarkan laporan yang ia terima dari Ikatan Jurnalis Lintas Media (IJLM), ada ratusan awak media yang terpapar virus berbahaya tersebut. Kondisi mereka cukup memprihatinkan, bahkan tak sedikit yang wafat.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Uu Ruzhanul pun berinisiatif melakukan koordinasi pada berbagai pihak untuk meringankan beban sejumlah jurnalis yang terdampak COVID-19.

“Saya sempat mendengar  infomasi tentang salah seorang jurnalis kritis di Bekasi. Saat itu saya meminta Sekpri untuk membantu kebutuhan jurnalis tersebut. Alhamdulillah yang bersangkutan kini sudah ditangani di Wisma Atlit,” katanya dikutip pada Rabu 14 Juli 2021.

Dayung pun bersambut, bantuan itu akhirnya mulai mengalir dari sejumlah lembaga kemanusiaan, di antaranya Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rumah Zakat serta dari Sylviana.

“Belum lama ini saya menerima surat permohonan dan menyalurkan bantuan melalui teman-teman Ikatan Jurnalis Lintas media,” kata Uu Ruzhanul.

Menurutnya, peran jurnalis saat pandemi ini tak kalah penting dengan para tenaga kesehatan.

“Para jurnalis ini setiap hari memberitakan tentang COVID, mereka menjadi penyambung informasi antara pemerintah dengan masyarakat. Namun sayangnya, banyak dari mereka (jurnalis) kini sedang terpapar COVID,” tutur Uu Ruzhanul dengan nada sedih.

Uu Sebut Jurnalis Pahlawan

Kondisi tersebut, lanjut Uu, tentu akan berdampak pada penanganan COVID-19 di Tanah Air.

“Tentu sangat berdampak ya, karena akan menghambat dan mengurangi penyampaian informasi serta sosialisasi yang sedang dilakukan oleh pemerintah melalui media,” ujarnya.

Celakanya lagi, banyak keluarga jurnalis yang ikut jadi korban lantaran tertular virus berbahaya tersebut. Atas dasar itulah, Uu Ruzhanul pun mendesak sejumlah pihak terkait untuk turut memperhatikan nasib para wartawan Indonesia.

“Mereka adalah pahlawan COVID, disaat semua orang menghindari bahaya, mereka (jurnalis) malah harus mendatangi bahaya dan memberitakannya,” ujar Uu.

“Sayangnya, risiko yang sangat tinggi seringkali tidak difasilitasi dengan perlengkapan protokol kesehatan yang maksimal, sehingga membuat mereka rentan terpapar,” sambungnya lagi.

Baca Juga: Bela Mati-matian Jokowi, Mochtar Ngabalin Bahas Soal Agama

Berdasarkan catatan yang ia terima, jumlah jurnalis yang terpapar semakin banyak.

“Saya berharap berbagai pihak baik itu dari pemerintah daerah di seluruh Indonesia ataupun pemerintah pusat bisa memfasilitasi dan membantu mereka yang sebenarnya kondisinya sering luput dari pantauan dan pemberitaan.”

Sementara itu, Sekjen IJLM, Hasan Alhabshy mengaku, bersyukur dengan adanya bantuan tersebut. Namun hal itu masih dirasa kurang lantaran jumlah korban yang terdampak cukup banyak.

“Saat ini, dari 200 lebih nama baru 70 orang yang menerima bantuan sekedarnya, itu pun tanpa obat-obatan,” tuturnya melalui pesan singkat WhatsApp.

IJLM berharap, pemerintah mau membantu mereka. Terkait hal itu, Hasan pun menyediakan layanan kontak darurat untuk para jurnalis di nomor 0856-5557-7717.

“Sekarang ini jumlah yang terpapar naik terus, sudah tembus diangka 300 orang,” katanya. (rul/*)