Utamakan Keselamatan, Margo City Sigap Tangani COVID-19

Marcom Manager Margo City, Reza Ardiananda (Istimewa)

DEPOK– Salah satu pegawai Giant di lingkungan Margo City, Depok, Jawa Barat terindikasi terjangkit COVID-19. Terkait hal itu, korban saat ini masih menjalani perawatan medis, dan 75 rekannya yang sempat kontak erat terpaksa melakukan isolasi mandiri.

          Marcom Manager Margo City, Reza Ardiananda mengatakan, kejadian itu bermula ketika karyawan tersebut terdeteksi tidak lolos untuk masuk ke area mal saat dilakukan pengecekan suhu tubuh pada 26 Juli 2020. Kala itu, pihak keamanan gedung meminta yang bersangkutan untuk pulang.

“Dalam masa mulai dari 26 Juli hingga 5 Agustus, pegawai tersebut tidak berada di area Margo City. Dia melakukan swab tanggal  5 Agustus dan hasilnya didapat pada malam harinya. Hasilnya terindikasi positif,” kata Reza dikutip pada Kamis 13 Agustus 2020

Pihak pengelola Giant, kata Reza telah bertindak cepat sesuai dengan aturan protokol kesehatan terkait penyebaran COVID-19. Salah satunya yang dilakukan adalah dengan menutup operasional sementara untuk dilakukan deep cleaning.

“Mereka melakukan pembersihan total dengan disinfektan dan memusnahkan produk yang tidak menggunakan kemasan seperti sayuran dan buah,” jelasnya

Pengelola, lanjut Reza, baru membuka kembali Giant setelah dipastikan semua aman dan steril. Ia pun memastikan kondisi Giant telah aman dengan adanya deep cleaning dan penggantian tim baru.

“Tim lama yang dipekerjakan sebelum deep cleaning itu diganti total dengan tim baru. Protokolnya bagus sekali dan tenant ini salah satu yang protokol kesehatannya cukup ketat,” ujarnya.

Karyawan yang terindikasi tersebut sudah melakukan isolasi. Sedangkan untuk puluhan karyawan lain yang melakukan kontak dengan yang positif itu sudah menjalani swab PCR. Sejauh ini, kata Reza, hanya ada satu yang terindikasi positif.

“Yang positif satu. Kita tunggu hasilnya (swab) yang hari ini. Semoga hasilnya baik.”

Reza menegaskan, pengelola mal dan pengelola Giant tetap memberlakukan protokol kesehatan ketat sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait penanganan COVID-19. Ia memastikan, mal tetap beroperasi dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Untuk apakah mal beroperasi atau tidak kita ikuti instruksi Gugus Tugas. Karena kami yakin Gugus Tugas sudah memformulasikan sistem dimana keamanan pengunjung dan pekerja bisa terjaga dengan baik,” ucapnya.

Adapun upaya yang dilakukan pengelola Margo City untuk mencegah penyebaran COVID-19 yakni, menyediakan hand sanitizer sebanyak 30 unit yang diletakkan di sejumlah lokasi strategis. Tiap lantai dipantau oleh petugas keamanan yang selalu mengingatkan agar pengunjung tetap jaga jarak dan menggunakan masker.

“Di area publik kami semua hand sanitizer tersedia banyak, staf sekuriti kami ada di setiap lantai mengingatkan semua konsumen jaga jarak, dan bila ada konsumen sudah jadi SOP mereka agar meminta pengunjung menjaga jaraknya masing-masing.”

Reza juga menegaskan, pihaknya mengikuti anjuran pemerintah untuk mengurangi pengunjung mal dengan arahan 50 persen dari kapasitas yang ada.

“Walaupun dengan berat hati kami menolak banyak konsumen masuk mal, tapi itu kita lakukan demi keamanan mereka juga,” ujarnya. (rul/*)