Usai Ditetapkan Tersangka, Lurah Pancoran Mas Dicopot

SatpolPP melakukan penyegelan di lokasi hajatan anak seorang lurah di wilayah Pancoran Mas, Depok. (DepokToday.com)
SatpolPP melakukan penyegelan di lokasi hajatan anak seorang lurah di wilayah Pancoran Mas, Depok. (DepokToday.com)

DEPOK – Pemerintah Kota Depok telah memberhentikan Suganda sebagai Lurah Pancoran Mas, usai ditetapkan sebagai tersangka pelanggaran PPKM Darurat karena menggelar pesta pernikahan.

Pemberhentian Lurah Pancoran Mas tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Depok Nomor 862/KEP-1721/BKPSDM/2021 tentang Penjatuhan Hukuman Disiplin Berupa Pembebasan Dari Jabatan atas nama Saudara S.

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Supian Suri mengatakan, keputusan tersebut dikeluarkan setelah melalui beberapa prosedur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Hari ini telah diserahkan Surat Keputusan Wali Kota Depok nomor 862/KEP-1721/BKPSDM/2021 yang diterbitkan tanggal 8 Juli 2021. SK tersebut sudah diterima langsung oleh yang bersangkutan,” ujar Supian Suri, dilansir dari situs resmi Pemerintah Kota Depok, Jumat 9 Juli 2021.

Supian mengatakan, prosedur yang dilalui dimulai dari permintaan keterangan oleh BKPSDM, dilanjutkan dengan pemeriksaan khusus oleh tim Pemeriksaan Khusus (Riksus), yang diketuai oleh Inspektur Pembantu Wilayah II.

Baca Juga: Lurah Panmas Jadi Tersangka Tapi Tidak Ditahan, Ini Landasan Polisi

Lalu, hasil pemeriksaan khusus tersebut, dituangkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang ditandatangani oleh Inspektur Kota Depok, untuk merekomendasikan jenis hukuman yang akan diberikan dengan mempertimbangkan hal yang meringankan dan memberatkan.

“Wali Kota Depok, Mohammad Idris selaku Pejabat Pembina Kepegawaian menetapkan hukuman disiplin melalui Keputusan Wali Kota No. 862/Kep-1721/BKPSDM/2021,” kata Supian.

Supian menambahkan, untuk mengisi kekosongan jabatan, saat ini Wali Kota telah menunjuk Syaiful Hidayat, Sekretaris pada Kecamatan Pancoran Mas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Pancoran Mas. Penunjukan tersebut ditetapkan melalui Surat Perintah Pelaksana Tugas Nomor: 824.4/3685/BKPSDM tanggal 9 Juli 2021.

“Sementara saat ini saudara S sebagai pelaksana di BKPSDM,” tandasnya.

Sebagai informasi, Suganda tertangkap basah menyelenggarakan pesta pernikahan anaknya saat hari pertama PPKM Darurat. Pesta pernikahan tersebut terekam kamera hp tamu undangan dan viral.

Dalam rekaman video tersebut, menampilkan aksi joget-joget tamu undangan diiringi dengan musik, tak hanya itu, para tamu undangan pun dengan bebas makan prasmanan di lokasi acara.

Akibat peristiwa itu, Suganda pun ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 14 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman pidana 1 tahun penjara. (ade/*)