Update Kasus COVID-19 Depok, 17 Warga Meninggal Hari Ini

Update data COVID-19 Depok, Rabu 30 Juni 2021. ( Istimewa)
Update data COVID-19 Depok, Rabu 30 Juni 2021. ( Istimewa)

DEPOK – Hingga hari ini, Rabu 30 Juni 2021 Kota Depok masih mencatat kenaikan angka kasus COVID-19. Berdasarkan situs resmi Pemkot Depok, penambahan kasus berjumlah 741 orang.

Total, kasus konfirmasi positif berjumlah 61.200 pasien. Dari angka itu, ada sebanyak 51.218 warga Depok yang sembuh.

Sedangkan untuk warga Depok yang meninggal karena COVID-19 pada hari ini mengalami lonjakan yang cukup tinggi, dimana 17 orang meninggal. Saat ini, warga Depok yang meninggal berjumlah 1.087 orang.

Baca juga:Dinkes Butuh Tenaga Surveilans COVID-19 Depok, Ini Syaratnya

Sebagai informasi, sudah tiga hari belakangan ini, angka penambahan kasus COVID-19 berada di angka 700 orang.

Pemerintah kota Depok terus mengingatkan warganya untuk mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak terlalu penting. “Jika tidak ada kegiatan terlalu penting di luar rumah kita berharap bisa tinggal di rumah,” imbau Juru Bicara Satgas COVID-19 Depok Dadang Wihana.

Baca juga: PPKM Darurat Jawa-Bali, Depok Tunggu Keputusan Resmi Pusat

Sejumlah pengetatan aturan dilaksanakan untuk mengurangi penambahan kasus COVID-19.
Salah satunya kegiatan work from home (WFH) yang dinaikan presentasinya menjadi 75 persen. Kegiatan masyarakat juga diminta ditunda untuk sementara waktu.

Selain itu, Pemerintah Kota Depok telah memperketat aturan PPKM Mikro khususnya di kawasan atau RT zona merah.

Zona Risiko Tinggi COVID-19 Depok, Aturan Diperketat

Zona risiko tinggi dalam tingkat RT, atau RT zona merah diberlakukan jika terjadi lebih dari lima warga yang positif COVID-19 selama tujuh hari terakhir.

Dalam pengetatan aturan yang dalam surat keputusan Wali Kota Depok itu tertuang sejumlah skenario yang harus dilakukan ketika satu RT zona merah.

Sementaea itu, pemerintah pusat mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa dan Bali.

Dari beleid yang diterima, kebijakan yang merupaksn intervensi pemerintah dalan penanganan COVID-19 ini diberlakukan sejak 3 Juli hingga 20 Juli.

Wilayah yang mendapat kebijakan ini, ialah 45 kabupaten atau kota dengan Nilai assesmen 4 dan 76 kabupaten, kota dengan nilai assesmen 3 di Pulau Jawa dan Bali.

Berdasarkan keputusan itu, Depok menjadi salah satu kota di Jawa Barat yang menerima kebijakan ini setelah mendapat nilai 4 dari pemerintah pusat.  Baca selengkapnya: PPKM Darurat Jawa-Bali, Depok Tunggu Keputusan Resmi Pusat.(lala/*)