Update COVID-19 Kota Depok, Kasus Aktif Masih 1.381

Balai Kota Depok, pemerintah kota terus melakukan upaya penanggulangan COVID-19 (Depoktoday.com)
Balai Kota Depok, pemerintah kota terus melakukan upaya penanggulangan COVID-19 (Depoktoday.com)

DEPOK – Kasus COVID-19 di Kota Depok masih menghinggapi sejumlah warga. Melansir data resmi Pemkot Depok pada Selasa 8 Juni 2021, kasus aktif virus tersebut masih menghinggapi 1.381 warga.

Sementara itu, sejak kasus pertama COVID-19 muncul di kota Belimbing itu, sudah ada 50.583 warga yang terjangkit virus asal tingkok.

Untuk mencegah kasus ini semakin meluas, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor 443/222/Kpts/Dinkes/Huk/2021 tentang perpanjangan keenam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional pra Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Surat edaran ini mulai diberlakukan sejak 01 – 14 Juni 2021 sebagai langkah pencegahan, penanganan, dan pengendalian COVID-19 di Kota Depok melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Waspada Peningkatan Kasus COVID-19 Pada Hari Libur

Baca juga: Saksi Ungkap Sosok Terduga Pelaku Pembakar Ruko di Beji Depok

Pada edaran ini juga dijelaskan tentang peningkatan kasus yang kerap terjadi  ketika hari libur atau hari libur nasional.

“Salah satunya Pemkot Depok kembali melakukan pembatasan dan pengetatan kegiatan masyarakat di fasilitas umum (fasum)/tempat wisata/taman,” sebut surat keputusan yang ditandatangai Wali Kota Depok Mohammad Idris itu.

Pada surat keputusan itu menjelaskan masyarakat yang berada di fasilitas umum  atau tempat wisata serta taman diwajibkan mengikuti penerapan screening test antigen atau genose untuk fasilitas berbayar atau lokasi wisata indoor.

Termasuk, juga penerapan protokol kesehatan secara ketat di fasilitas umum atau lokasi wisata outdoor.

Sedangkan pada zona orange atau merah penyebaran COVID-19 juga diberlakukan sejumlah aturan. Seperti kegiatan masyarakat di fasilitas umum/tempat/taman dilarang.

“Apabila terdapat pelanggaran, dilakukan penegakan hukum dalam bentuk penutupan lokasi sesuai ketentuan peraturan peraturan perundang-undangan,” sebut dalam website Pemkot Depok. (lala/*)