[Update] COVID-19 Depok, Minggu 11 Juli 2021, 28 Meninggal, Sembuh 114

COVID-19 Depok hari ini (istimewa)
COVID-19 Depok hari ini (istimewa)

DEPOK –  Penambahan kasus positif COVID-19 Depok pada Minggu 11 Juli 2021 masih terjadi. Berdasarkan data yang dilansir pemerintah kota, penambahan pada hari ini sebanyak 741 kasus. Adapun total kasus konfirmasi positif Depok sebanyak 70.070 orang.

Pada hari ini, sebanyak 114 orang dinyatakan sembuh dari virus tersebut. Total, sudah ada 56.012 warga Depok yang sembuh dari COVID-19.

Sedangkan, untuk pasien meninggal karena virus asal Tiongkok ini, ada sebanyak 1.257 orang atau terjadi penambahan 28 orang pada hari ini.

Baca juga: Berlaku Mulai Besok, Ini Aturan Baru Naik KRL Saat PPKM Darurat

Adapun total kasus konfirmasi aktif pada hari ini sebanyak 12.801 orang. Mereka semua tersebar untuk menjalani perawatan di rumah sakit atau hanya sekedar isolasi mandiri di rumah.

Kota Depok juga mencatat sejumlah kelurahan yang menjadi penyumbang terbanyak kasus positif harian. Dimana wilayah Kelurahan Sukamaju Baru dan Tugu menjadi dua penyumbang terbanyak kasus positif hari ini. Masing-masing menyumbang 68 kasus dan 54 kasus.

Baca juga: Polsek Sukmajaya Vaksinasi 150 Pemulung di Cilodong, Warga Antusias

Lebih lanjut, Kota Depok pada hari ini masih mencatatkan diri sebagai Kota Zona Merah penyebaran COVID-19. Kebijakan aturan tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diberlakukan karenanya.

Baca juga: Terungkap, Ini Jejak Bengis Pembunuh Wanita Muda di Depok

Pemerintah tidak main-main dalam menjalani aturan ini. Sejumlah individu atau tempat usaha telah ditindak oleh aparat gabungan karena dinilai menyalahi aturan.

Semisal tempat pemancingan dan juga dua kegiatan resepsi di kawasan Beji dan Pancoranmas. Pelanggar aturan di sana, juga telah menerima sanksi oleh Satpol PP Kota Depok.

Pemkot Depok juga mengeluarkan aturan baru kegiatan pembatasan kegiatan masyarakat pada masa PPKM Darurat tentang operasional sektor esensial dan non esensial.

Dalam edaran yang diberikan, Sektor non esensial menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 100 persen.

Sedangkan, sektor esensial yang meliputi keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan. Baca selanutnya:Baca selanutnya:(lala/*)