Update Corona di Depok: ODP 2.056, Positif 64

Wali Kota Depok, Mohammad Idris (istimewa)

MARGONDA– Jumlah orang yang terjangkit virus Corona di Kota Depok masih terus bertambah. Berdasarkan data pemerintah setempat, jumlah kasus positif naik menjadi 64 orang, dengan jumlah korban meninggal dunia delapan orang pada Minggu, 5 April 2020.

“Untuk yang sembuh masih sama seperti sebelumnya, yakni 10 orang,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris saat ditemui di Balai Kota Depok pada Minggu sore.

Kemudian, untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) berjumlah 368 orang. “Kalau ini (OTG) kesemuanya masih dalam pemantauan,” ujarnya.

Berikutnya, untuk kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari 1.975 orang naik menjadi 2.056 orang, selesai 237 orang dan masih dalam pemantauan 1.819 orang.

Selajutnya, untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 460 orang kini menjadi 489 orang, selesai 68 orang dan masih dalam pengawasan 421 orang.

Sedangkan untuk PDP yang meninggal sampai saat ini 20 orang. Namun demikian, Idris menyebut status PDP merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif Covid-19.

“Karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI.”

Terkait hal itu, Idris pun kembali mengajak semua lapisan untuk saling bekerjasama dengan semangat gotong royong menghadapi musibah ini. Salah satunya dengan mematuhi anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, diam di rumah serta menjaga pola hidup bersih dan sehat.

“Insya Allah kita bisa keluar dari permasalahan, dari bencana ini. Harus kita yakini cepat atau lambat kejadian di bumi akan berakhir dan yang bisa kita lakukan berupaya semaksimal mungkin. Semangat denga tentunya tawakal kepada Allah.”

Idris menambahkan, semua adalah takdir Tuhan yang bisa dirubah dengan ikhtiar dan doa. “Kita tidak tau takdir tuhan. Tapi yang bisa merubah takdir tuhan hanya satu, yaitu doa yang tulus. Inilah doa dari sekian juta orang bangsa Indonesia, apa ia tidak dikabulkan tuhan. Semoga kita bisa keluar dari bencana ini, sabar sesaat untuk kita bahagia sampai kiamat,” tuturnya. (rul/*)