UMP Jawa Barat 2021 Tidak Naik

0
155
Kawasan Braga, salah satu pusat keramaian di Kota Bandung, Jawa Barat.(Foto: DepokToday/Tdr)

BANDUNG—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat (Disnakertrans Jabar) memastikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jabar 2021 tidak mengalami kenaikan.

Kepala Disnakertrans Jabar, Rachmat Taufik Garsadi, memastikan hal tersebut dalam jumpa pers di Gedung Sate Kota Bandung, Sabtu (31/10/2020).

“Upah Minimum Provinsi (UMP) Jabar 2021 tidak mengalami kenaikan atau tetap dari tahun 2020 yaitu sebesar Rp 1.810.351, 36,” kata Garsadi.

Menarik Lainnya: https://depoktoday.com/provinsi-jawa-barat-diusulkan-ganti-nama/

Menurut Garsadi, gubernur menetapkan dan mengumumkan UMP itu paling lambat tanggal 1 November, sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri.

“Sesuai dengan surat edaran Menteri Tenaga Kerja RI, diantaranya menyebutkan bahwa gubernur melakukan penyesuaian penetapan nilai UMP tahun 2021 sama dengan nulai UMP tahun 2020,” katanya.

Garsadi menjelaskan, sebenarnya berdasarkan standar perhitungan penetapan UMP yaitu laju inflasi dikali UMP tahun berjalan dan pendapatan perkapita Jabar, seharusnya UMP tahun 2021 mengalami penurunan.

“Seharusnya berdasarkan perhitungan itu, UMP Jabar turun dari tahun lalu. Laju Pertumbuhan Ekonomi Jabar saat ini minus 5,98 persen dan inflasi sebesar 1,7 persen. Tapi berdasarkan surat edaran Menakertrans itu, maka pilihan yang diambil adalah UMP tidak mengalami kenaikan atau tetap,” jelasnya.

Keputusan untuk tidak menaikan UMP 2021 juga berdasarkan pertimbangan belum adanya kaputusan angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang akan menjadi salah satu pertimbangan penetapan UMP sesuai PP 78 tahun 2015.

“Penetapan KHL itu harus berdasarkan survey BPS yang sampai saat ini juga belum Kita terima hasilnya,” pungkasnya.

(tdr/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here