UKM Belimbing Dongkrak Jamu Naik Kelas

0
57
UKM Belimbing dongkrak jamu naik kelas.(Foto: DepokToday/Eru)

MARGONDA—Sejak pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terjadi di Indonesia, konsumsi jamu yang berasal dari tanaman lokal mengalami peningkatan drastis.

Untuk menjawab peluang dan tantangan tersebut, Rumah Kreatif Belimbing atau UKM Belimbing menginisiasi program kegiatan pemberdayaan pengusaha jamu dengan nama “Pasar Herbal Depok”.

“Sejak saya inisiasi pada bulan Maret 2020, sudah ada 40 pengusaha jamu lokal kota Depok bergabung,” jelas Harjianto, inisiator Pasar Herbal Depok.

Potensi pertumbuhan pasar jamu ini, katanya lagi, terbilang besar. Mengingat tingginya tingkat kebutuhan dan permintaan.

“Kebutuhan pasar ini ditunjang dengan poetnsinyang ada. Mengingat Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati. Beragam tanaman rempah dan obat tumbuh subur hampir di seluruh wilayah,” tutur Ajie, sapaan akrabnya.

Pasar Herbal Depok, katanya lagi, sudah mencanangkan sepuluh program unggulan yang bertujuan untuk membantu mengembangkan pengusaha jamu dari hulu hingga hilir.

“Beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, antara lain berkunjung ke Balai Penetilian Tanaman Rempah dan Obat, konsultasi branding ke GambaranBrand, penjajakan business matching dengan Hotel Santika dan Hotel Savero, hingga keliling mendatangi pengusaha jamu ke rumahnya,” paparnya.

Lebih lanjut Ajie mengatakan untuk memajukan pengusaha jamu, pihaknya tidak bisa sendirian. Butuh peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mendukung program yang sudah dicanangkan.

“Beberapa program unggulan Pasar Herbal Depok antara lain pembuatan e-katalog, standarisasi alat produksi, diskusi online (webinar) hingga ingin mempunyai mobil jamu keliling sendiri untuk membantu promosi & penjualan bergerak. Tujuannya agar tingkat mobilitasnya bisa tinggi di tengah pemberlakuan PSBB d wilayah Kota Depok,” pungkasnya.

(eru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here