UI Tuan Rumah Konferensi Internasional K3L

0
188
, Universitas Indonesia (UI) melalui UPT K3L UI menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Konferensi Internasional se-Asia. (Istimewa)

BALI– Sebagai upaya membangun Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Perguruan Tinggi, Universitas Indonesia (UI) melalui UPT K3L UI menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Konferensi Internasional se-Asia.

Agenda yang berlangsung di Nusa Dua Beach Hotel, Bali itu bertajuk 6th Asian Conference on Safety and Education in Laboratory (ACSEL). Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati hadir membuka ACSEL 2019 yang didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Umum Prof Sidharta Utama.

Kemudian turut dihadiri pula oleh Kasubdit Pengawasan Norma Ergonomi, Lingkungan Kerja, dan Bahan Berbahaya – Kementerian Tenaga Kerja RI Agustin Wahyu Ernawati, Chair The 6th ACSEL 2019 Prof. Fatma Lestari, serta mewakili Rektor Universitas Mahasaraswati, Drs. Ida Bagus Made Widiadnya.

Konferensi tahunan yang diselenggarakan oleh universitas-universitas terkemuka di Asia ini merupakan platform untuk membahas dan berbagi pengetahuan terkait praktik terbaik pada aspek keselamatan dan kesehatan laboratorium. Sebanyak 256 peserta dari 15 negara seperti Indonesia, Singapore, Jepang, Saudi Arabia hadir pada konferensi yang berlangsung pada Kamis, 31 Oktober 2019 itu.

Konferensi Asia tentang Keselamatan dan Pendidikan di Laboratorium merupakan wadah bagi para ilmuwan, insinyur, peneliti serta profesional untuk membahas dan berbagi pengetahuan terkait praktik terbaik pada aspek keselamatan dan kesehatan laboratorium.

Selain simposium, ACSEL 2019 diharapkan dapat membangun jaringan pendidikan tinggi guna mencapai standar kelas dunia untuk pendidikan, kesehatan dan keselamatan khususnya di Laboratorium.

Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi Umum Prof. Sidhartra Utama menuturkan kegiatan kampus dapat menimbulkan beragam bahaya dan risiko terhadap keselamatan, kesehatan, dan lingkungan para sivitas akademika.

Berkenaan dengan hal tersebut, penyelenggaraan ACSEL rutin dilaksanakan dengan harapan dapat membahas kebijakan lintas sektor yaitu pada ranah sains, industri, bisnis, kebijakan dan tata kelola agar dapat meningkatkan keamanan, kenyamanan berkaktivitas dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di laboratorium.

“Diharapkan platform ini mampu mempertemukan para akademisi lintas negara agar dapat berbagi ilmu terkait praktik Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan serta implementasi dan kolaborasi penelitian di kampusnya berdasarkan prinsip – prinsip yang saling menguntungkan antar kedua belah pihak,” katanya.

Konferensi ini mencakup presentasi lisan dan poster dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang yang berkaitan dengan keselamatan laboratorium. Program konferensi terdiri dari pidato kunci oleh para pakar di bidangnya seperti Dr. Tolga Durak, CSP dari Massachusetts Institute of Technology, Amerika Prof. Mary Collins dari Okinawa Institute of Science and Technology Prof. Yuji Matsumoto dari The University of Tokyo,  Dr. Martina Kelly– National University of Ireland, Galway.

Selain itu akan ada paparan hasil penelitian, diskusi panel, sesi lisan dan poster, dan pameran. Program ini akan mempertemukan akademisi maupun kalangan profesional agar dapat terbangun kemitraan dan strategi pemberdayaan untuk meningkatkan keselamatan laboratorium di semua negara Asia.

Tak hanya itu saja,  penyelenggaraan konferensi internasional ACSEL 2019, UPT K3L (Unit Pelaksanan Teknis Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan) juga menggagas Forum Diskusi Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) yang diikuti oleh 50 perwakilan dari 10 Perguruan Tinggi se-Indonesia.

Sebelumnya, pada tahun 2018, ACSEL diadakan di Institut Pascasarjana Sains dan Teknologi Okinawa, Okinawa, Jepang. Diharapkan, konferensi internasional ini dapat membangun kemitraan antar perguruan tinggi di Asia dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat untuk berbagai lintas sektor, mulai dari sains, industri dan bisnis, hingga dapat menjadi bahan masukan bagi kebijakan dan tata kelola untuk yang bermanfaat meningkatkan keselamatan laboratorium di semua negara Asia. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here