UI Rancang Kapal untuk Pasien COVID-19

0
117
Desain kapal rancangan FTUI (Istimewa)

MARGONDA– Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) merancang kapal ambulans khusus untuk menangani pasien COVID-19. Ide ini digagas lantaran akses layanan kesehatan di pulau-pulau terpencil di Indonesia yang terbatas.

Adapun sejumlah mahasiswa FTUI yang terlibat dalam program tersebut adalah, Fadhil Nurrohman, Zahra Syahrika, dan Satria Bagas dari Program Studi Teknik Perkapalan 2017 di bawah bimbingan dosen FTUI, Achmad Riadi.

Mereka menyebut kapal itu SINAU BOAT-19 (Smart Integrated Ambulance Boat for COVID-19). Kapal ambulans itu digadang-gadang sebagai transportasi jalur laut untuk penanganan dan pemindahan pasien COVID-19 dari pulau dengan fasilitas kesehatan yang kurang memadai, ke pulau lainnya yang memiliki fasilitas kesehatan lebih lengkap.

“Inovasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan transportasi laut guna memobilisasi pasien COVID-19 di pulau-pulau terpencil Indonesia. Untuk itu, SINAU BOAT-19 dapat menjadi kapal transporter pasien, khususnya COVID-19, yang kami harapkan dapat menjawab kebutuhan akan akses terhadap fasilitas kesehatan penunjang,” kata Fadhil, Senin 3 Agustus 2020

Tak hanya itu, kapal ambulans ini juga dapat menjadi rumah sakit  sementara bagi pasien untuk mendapatkan perawatan kesehatan.

“Mengingat saat ini kita tengah dilanda pandemi COVID-19, maka kapal  ambulans SINAU BOAT-19 kami rancang dengan desain yang dapat mengurangi kontak langsung antara tim medis dan  kru kapal agar tidak mudah terpapar virus,” timpal Achmad Riadi

Lebih lanjut Achmad mengatakan, kapal ini dilengkapi dengan teknologi internet of things (IoT) berupa sistem pemanggil perawat, sistem pintu pintar, dan sistem lampu pintar yang dapat diakses langsung melalui smartphone tim medis dan pasien.

Jika  pasien membutuhkan bantuan dan keadaan darurat, perawat dan  dokter dapat memantau keadaan pasien dengan bantuan dari IoT yang dihubungkan dengan aplikasi di dalam smart devices para tenaga medis.

“Teknologi ini diharapkan dapat mengurangi kontak fisik antara pasien dan tim medis agar mencegah terjadinya transmisi COVID-19 di dalam kapal.”

SINAU BOAT-19 memiliki desain lambung katamaran dengan panjang keseluruhan 21 meter, lebar 8.5 meter, dan sarat air 1.3 meter. Kapal ini menggunakan material komposit sebagai material utamanya.

Panel surya terdapat pada dek atas kapal yang dapat menghasilkan energi listrik sebesar 50,4 kWh sehingga dapat melengkapi kebutuhan instalasi listrik kapal seperti sistem penerangan dan lain sebagainya.

Kapal ini dibagi menjadi 2 zona, yaitu zona merah dan zona hijau. Pada zona merah (dek utama) dijadikan tempat penanganan pasien COVID-19. Sedangkan zona hijau dijadikan tempat kru kapal.

Pada zona merah terdapat 4 jalur utama yaitu jalur hijau, merah, biru, dan ungu. Terdapat beberapa akses untuk ke dek kru kapal yaitu melalui tangga depan kapal ataupun tangga vertikal di bagian belakang kapal.

Pemisahan berdasarkan zona ini dimaksudkan untuk menekan probabilitas penularan COVID-19 antara pasien dan kru kapal. Terdapat ruang sterilisasi bagi tim medis ketika menuju/dari ruang pasien. Di setiap ruang pada zona merah juga dipasang lampu UV C yang dapat mensterilkan ruangan.

Humas UI, Egia Tarigan menyebut, desain SINAU BOAT-19 telah dipresentasikan di ajang LAI2 COVID-19 (Lomba Aplikasi Inovatif dan inspiratif untuk COVID-19 di Indonesia) yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember pada 22 April – 23 Juli 2020 yang lalu.

“Ajang ini diikuti oleh 138 tim, dan tim SINAU BOAT-19 berhasil meraih Juara 3 pada sub-lomba kapal transporter,” katanya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here