UI Gandeng PBNU Tangkal Paham Radikal di Lingkungan Kampus

Ilustrasi teroris (Foto Istimewa)
Ilustrasi teroris (Foto Istimewa)

DepokToday- Universitas Indonesia (UI) dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU, melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (NKB). Salah satu tujuannya adalah untuk menangkal paham radikalisme di lingkungan kampus.

“Saya khawatir paham radikalisme tumbuh semakin subur di lingkungan kampus, terutama UI. Hal ini sangat memprihatinkan dan sangat membahayakan karena dapat membawa ideologi radikalisme,” kata Ketua Umum PBNU, Prof. Said Aqil Siradj dikutip dari keterangan resmi Humas UI pada Rabu 27 Oktober 2021.

Baca Juga: ILC Kembali Tayang! Rocky Gerung: No Karni, No Berani

Kerja sama tersebut merupakan yang pertama, antara PBNU dan UI dalam hal ini perguruan tinggi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Untuk itu, melalui kerja sama ini diharapkan dapat mencegah paham radikalisme tumbuh semakin subur di lingkungan kampus,” ujar Said.

Menurutnya, ideologi Pancasila merupakan sebuah ideologi yang baik dan ideal dalam menanggapi isu radikalisme, karena bentuk Islam yang diperkenalkan adalah Islam yang bersifat modern dan adaptif terhadap berbagai dinamika sosial di masyarakat.

Baca Juga: RSUI Depok Buka Layanan Vaksin COVID-19 untuk WNA, Ini Syaratnya

Ia menegaskan, bahwa ideologi radikalisme akan sangat berbahaya jika dibiarkan tumbuh semakin subur di lingkungan kampus.

Ketua Umum PBNU, Prof. Said Aqil Siradj (kiri) bersama Rektor UI Prof Ari Kuncoro. (DepokToday.com)
Ketua Umum PBNU, Prof. Said Aqil Siradj (kiri) bersama Rektor UI Prof Ari Kuncoro. (DepokToday.com)

Sementara itu, Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro mengungkapkan, bahwa penandatanganan NKB ini merupakan langkah baik.

Baca Juga: Terungkap, Ini Identitas Begal Ponsel yang Bunuh ABG Depok

Pihaknya berharap, kesepakatan ini dapat memperkuat internalisasi nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda, khususnya mahasiswa agar memiliki daya intelektual tinggi dan kecerdasan emosi yang baik.

“Termasuk berbudi pekerti luhur, serta memiliki pola pikir, pola sikap, serta pola tindak dengan kepahaman terhadap jati diri ke-Indonesiaan dalam semangat kebangsaan sebagai wujud pengamalan dalam nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Kerjasama UI dan Tentang PBNU

Lebih lanjut Prof. Ari juga mengatakan bahwa ia berharap kesepakatan kerja sama ini dapat ditindaklanjuti dengan berbagai perjanjian kerja sama yang lebih konkret.

PBNU adalah Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam terbesar di Indonesia yang berdiri sejak 31 Januari 1926, yang bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial dan ekonomi; yang didirikan oleh para ulama pesantren pada mulanya.

Baca Juga: Bumbu Dapur Ini Bikin Penyakit Kronis Hilang, Catat Resep Zaidul Akbar

Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) adalah sebuah organisasi keagamaan yang memiliki prinsip dasar pada Kitab Qanun Asasi dan juga kitab I’tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah.

Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU, yang menjadi dasar dan rujukan bagi warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan, dan politik. (rul/*)