UI Dapat Dana Abadi Rp 50 Miliar dari Pengusaha Batu Bara Low Tuck Kwong

Rektor UI Ari Kuncoro (kanan) saat menerima secara simbolis dana abadi senilai Rp 50 miliar dari pengusaha batu bara Low Tuck Kwong (kiri), Kamis 21 Oktober 2021. (Istimewa)
Rektor UI Ari Kuncoro (kanan) saat menerima secara simbolis dana abadi senilai Rp 50 miliar dari pengusaha batu bara Low Tuck Kwong (kiri), Kamis 21 Oktober 2021. (Istimewa)

DepokToday – Universitas Indonesia atau UI mendapatkan dana abadi senilai Rp 50 miliar dari seorang pengusaha batu bara bernama Low Tuck Kwong.

Dana itu disalurkan melalui Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) sebuah organisasi nirlaba (non-profit) dan independen yang bergerak dalam lingkup penelitian sektor energi & sumber daya alam, dan sektor pertahanan & keamanan, serta kegiatan sosial budaya pada skala lokal, nasional, maupun global.

Rektor Universitas Indonesia, Ari Kuncoro mengatakan, ini merupakan momen bersejarah dalam perjalanan kampus kuning tersebut. Selama puluhan tahun berdiri, ini kali pertama kampus itu mendapatkan donasi sebagai dana abadi.

“Ini pertama kali dalam sejarah, UI menerima donasi sejumlah Rp 50 miliar sebagai dana abadi di mana hasil pengelolaan investasi dipergunakan sebagai beasiswa Biaya Operasional Pendidikan,” kata Ari dalam keterangan persnya, Kamis 21 Oktober 2021.

Ari Kuncoro mengatakan, kolaborasi ini merupakan langkah awal dari sinergi dengan berbagai mitra kolaborator yang sejalan dengan visi UI, dalam rangka membangun kompetensi mahasiswa dan menciptakan lulusan yang berintelektualitas tinggi, berbudi luhur, serta mampu bersaing secara global.

“Penyediaan bantuan dana pendidikan guna mewujudkan UI sebagai Entrepreneurial University yang ditunjang oleh Smart Campus diharapkan memberi mahasiswa kami kesempatan untuk meningkatkan personal skills, kreativitas, etika, inovasi, dan kewirausahaan mereka,” kata Rektor UI.

Ari pun berharap kerja sama ini dapat memiliki daya ungkit yang tidak hanya bermanfaat bagi perwujudan kerja sama kedua belah pihak, namun yang lebih penting lagi adalah turut berperan dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan kompetensi anak bangsa di dunia pendidikan.

Pemberian dana abadi itu juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama (NKB).

Ketua Umum PYC, Filda Citra Yusgiantoro mengatakan, tujuan utama pemberian beasiswa ini adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

“Pendidikan adalah alat pembuat perubahan yang sangat powerful untuk memecahkan banyak masalah di masyarakat. Pendidikan juga membuat generasi muda dapat lebih mengekspresikan dirinya dan berbuat banyak hal yang menginspirasi,” kata Filda mewakili Low Tuck Kwong.

Filda mengatakan, beasiswa ini telah diberikan ke banyak universitas di Asean, diantaranya adalah universitas di Filipina, Singapura, dan kini di Indonesia. (ade/*)