Tujuh Pegawai Diisolasi, Begini Kronologi Istri Wali Kota Depok Terpapar COVID

Wali Kota Depok, Mohammad Idris (Istimewa)

SUKMAJAYA– Istri Wali Kota Depok, Mohammad Idris, yakni Elly Farida, dinyatakan positif terjangkit COVID-19. Saat ini, Elly sedang menjalani isolasi dan dalam pengawasan tim medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok, Jawa Barat. Lalu seperti kronologi penularan tersebut.

Idris menuturkan, kejadian bermula ketika sang istri sempat menghadiri acara yang berlangsung di Kantor Kecamatan Sukmajaya, Depok. Kemudian, dua hari setelah acara tersebut, Idris mendapat kabar jika ada pejabat di kantor kecamatan itu yang positif. Informasi itu diterima Idris pada Selasa sore, 25 Agustus 2020.

“Waktu itu posisi bunda (Elly) ada di Serang, sedang jenguk anak saya,” katanya pada awak media, Kamis 27 Agustus 2020

Kemudian, sekira pukul 22:00 WIB, saat mau balik ke Depok, Idris menghubungi sang istri melalui pesan singkat whatsapp. Ia memberitahu, jika ada kasus positif di Kantor Kecamatan Sukmajaya.

“Akhirnya malam itu saya tidur, dan ibu memang tidak ke kamar. Ibu isolasi diri di perpustakaan, saya memang punya perpustakaan di rumah. Jadi  ibu sudah mengisolasi dirinya di perpustakaan, dia sudah khawatir dengan dirinya.”

Kala itu Elly Farida sudah merasa ada yang tidak beres dan ia khawatir virus tersebut menular ke anggota keluarga yang lain.

“Jadi feeling sudah ada pada malam itu, sehingga tidak satu ranjang sama saya, kita pisah ranjang dalam konteks ini ya, sebelumnya kami satu ranjang. Kalau satu ranjang saya positif beneran,” beber Idris

Akirnya pada Rabu pagi, 26 Agustus 2020, Idris meminta pada gugus tugas untuk melakukan swab. “Karena malam Labkesda sudah tutup. Akhirnya Rabu pagi dilakukan swab, ada hasilnya itu sekitar dzuhur.”

Idris mengatakan, pada hari Rabu pagi itu ia dalam perjalanan ke Bandung. Karena khawatir, maka diputuskanlah untuk kembali ke rumah.

“Karena saya merasa kalau istri saya positif, maka saya bisa saja istilahnya ODP, itu yang dikhawatirkan. Tapi memang kemarin itu saya sudah enggak kontak fisik dengan istri, pagi saja saya hanya pamit jarak jauh.”

Setibanya di rumah, pada Rabu sore, Idris kemudian meminta agar sang istri segera dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

“Karena di rumah saya ada cucu, dan juga saya khawatir juga anak saya yang di Serang, karena sedang hamil muda. Ahirnya istri saya dibawa ke RSUD. Saya sampai rumah jelang Magrib dari Bandung,” tuturnya

Tak ingin ambil resiko, Idris juga meminta semua anggota keluarga termasuk pada pegawai yang ada di rumahnya untuk dilakukan swab.

“Jadi saya bersama anak-anak itu 11 orang. Kemudian ajudan, sopir PolPP. Total semuanya ada 30 orang yang di swab.”

Tujuh Pegawai Ikut Terpapar

Dari pemeriksaan tersebut, Idris bersama anak dan cucu dinyatakan negatif. Sedangkan dari sejumlah pegawai yang diperiksa ada tujuh terkonfirmasi positif.

“Saya, anak, cucu, mantu alhamdulillah negatif. Ajudan saya yang satu negatif. Nah ajudan saya yang satu lagi diduga kontak erat dengan asisten ibu. Jadi ada sekitar tujuh orang dari tim saya dan tim ibu yang kena.”

Dari tim Idris ada lima orang pegawai yang dinyatakan terkonfirmasi, sedangkan dari tim istri ada dua orang. Dari tujuh pegawai tersebut, dua di antaranya terpaksa diisolasi di rumah sakit karena gejalanya cukup kuat.

“Gejala kuat ada dua orang, yakni sopir dan asisten ibu. Yang lainnya pegawai saya rata-rata isolasi di rumah secara mandiri, karena belum terlihat gejala kuat.”

Lebih lanjut Idris mengungkapkan, kondisi sang istri saat ini berangsur membaik. Hasil ukur tensi darah, didapati normal dengan ukuran 110/75.

“Yang lebih penting itu oksigen dalam darah yang masuk paru-paru sekira 92. Orang normal seperti kita harus 95, kalau yang drop akibat COVID biasanya dibawah 70. Mudah-mudahan dalam kondisi stabil gini tiga hari kedepan akan di swab lagi,” katanya (rul/*)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here