Trotoar Depok Disebut Tak Manusiawi, Babai: Ini Kegagalan Idris

0
191
Trotoar di Jalan Margonda (Istimewa)

MARGONDA– Selain persoalan pendidikan, isu penting lainnya yang juga jadi sorotan banyak pihak terkait Kota Depok adalah keberadaan trotoar. Kritik tersebut salah satunya diungkapkan oleh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Babai Suhaimi.

“Ini yang sangat nyata, dari berdiri sampai sekarang, wajah Depok enggak berubah. Yang sangat jelas dan jadi catatan nasional yakni trotoar Kota Depok. Trotoar Kota Depok adalah trotoar yang tidak manusiawi se-Indonesia,” katanya dengan nada kesal, Senin 2 November 2020

Babai membandingkan dengan trotoar daerah tetangga. Menurutnya hal itu tidak terlepas dari tanggungjawab Mohammad Idris sebagai Wali Kota Depok.

“Coba bandingkan dengan Bogor, bandingkan Tangsel dan Jakarta. Trotoar mana yang indah di Kota Depok, jangankan di beberapa wilayah, seperti Cinere dan Cimanggis, di Margonda saja trotoarnya sangat tidak manusiawi. Ini kegagalan.”

Menarik Lainnya: Tak Ada MA Negeri, Jargon Depok Kota Religius Dipertanyakan

Kemudian, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Depok ini juga mempertanyakan perhatian Idris dibidang kesenian.

“Apa yang jadi ikon dan kebanggan yang dibangun Pemerintah Kota Depok. Tidak ada,” ujarnya

Atas dasar itulah, Babai pun berharap Depok dapat memiliki pemimpin baru yang lebih paham tentang tata kelola kota. “Harapan itu ada pada Pradi dan Afifah,” katanya

Terpisah, Mohammad Idris mengakui, indeks harapan atau kepuasan warga Depok terkait layanan masih cukup rendah. Penyebabnya ada banyak faktor, namun ia optimis bisa memenuhinya jika terpilih kembali bersama Imam Budi Hartono.

“Jadi banyak harapan-harapan kepinginnya orang Depok dan itu ada ukurannya. Diukur ternyata indeks harapan orang Depok jauh lebih tinggi dari indeks harapan orang Lamongan,” katanya saat menghadiri kampanye terbuka di Jalan Rawa Geni Poncol, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, dikutip pada Senin 12 Oktober 2020

Adapun faktor penyebab, kata Idris, di antaranya adalah banyak pejabat tinggal di Kota Depok.

“Depok ini banyak juga pejabat-pejabat kementerian, banyak mantan-mantan kepala daerah ada di Depok, bahkan kominsioner anggota KPK juga ada di Depok, orang-orang BIN juga banyak di Depok.”

Menurutnya, itu berpengaruh besar pada tingkat harapan warga Depok terhadap kinerja pemerintah. “Kalau Sukabumi misalnya, Lamongan barangkali biasa-biasa aja,” ujarnya. (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here