Tren Kematian COVID Bergeser ke Usia Produktif, Faktor Ini Penyebabnya

Nakes hingga penggali kubur di Depok kewalahan hadapi COVID-19. (DepokToday.com)
Nakes hingga penggali kubur di Depok kewalahan hadapi COVID-19. (DepokToday.com)

DEPOK – Kepala Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Depok Novarita mengatakan, terdapat perubahan tren kematian karena COVID-19 di Depok saat ini.

Menurut dia, tren kematian dari yang sebelumnya kebanyakan menghinggapi usia lansia, kini didominasi oleh usia produktif atau dari 18 tahun sampai 40 tahun. “Iya benar, kita lihat datanya dari Pikodep. Tapi saya tidak hafal,” sebut Novarita Selasa 13 Juli 2021.

Dia menjelaskan, kemungkinan besar ada dua faktor yang mempengaruhi kenaikan kasus kematian kepada mereka yang termasuk usia produktif.

Baca juga: [Update] Data BOR Rumah Sakit di Kota Depok, Selasa 13 Juli 2021

Pertama, tren kematian yang bergeser karena mobilitas masyarakat usia produktif saat ini begitu tinggi. Selain itu, jenis virus varian Delta yang cepat menyebar menjadi faktor lainnya.

“Karena usia produktif itu mobilitas tinggi, jadi terus juga karena varian delta yang penyebarannya cepat,” ungkap dia.

Baca juga: PPKM Darurat Batal Tutup Masjid, Maruf Amin: Saya Sudah Berusaha

Sebagai informasi, dua hari terakhir, angka kematian karena virus itu di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia. Bahkan, pada hari ini tembus 1.000 orang.

Berdasarkan situs Worldometers penyebaran COVID-19 Indonesia berada di posisi ke-16 secara global dengan 2.567.630 kasus positif Covid-19. Sebanyak 2.119.478 orang telah dinyatakan sembuh dan kematian yang terjadi mencapai angka 67.355 kasus. Sedangkan berdasarkan data terakhir di Kota Depok sudah ada 1.271 warg Depok yang meninggal karena virus tersebut. (lala/*)