Tragedi Subang, DPRD Jabar Instruksikan Razia Bus di Lokasi Wisata

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Imam Budi Hartono (istimewa)

DEPOK- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat bakal melakukan investigasi terkait kecelakaan bus yang menewaskan dan melukai sejumlah rombongan kader Posyandu Kelurahan Bojong Pondok Terong, Depok.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Imam Budi Hartono menjelaskan, selain melakukan investigasi pihaknya juga akan melakukan sejumlah langkah, diantaranya mengevaluasi fasilitas jalan atau lokasi kejadian yang selama ini dianggap rawan terjadinya kecelakaaan.

“ketika dia terlalu curam kita harus buat rambu-rambu dan garis kejut supaya kendaraan yang melaju di situ bisa tertahan dan ngerem. Kemudian rambu-rambu lalu lintas, di mana akan terjadi bahaya,” katanya saat ditemui di Depok pada Rabu 22 Januari 2020

Langkah selanjutnya, DPRD Provinsi Jawa Barat akan mencari tahu kelayakan bus, dan ini berlaku untuk seluruh Dinas Perhubungan (Dishub) serta penyedia jasa bus.

“Bahwa harus ada evaluasi besar-besaran dari dishub kota, kabupaten, provinsi, maupun pusat. Kebijakan itu agar bus yang sudah tidak layak tidak lagi beroperasi.”

Tidak hanya itu saja, Imam juga akan mengajukan rekomendasi untuk dilakukan razia bus, khususnya di lokasi-lokasi wisata.

“Setelah ada itu, kita operasi di tempat-tempat wisata, kita uji kelayakan tentang remnya, bannya, termasuk juga supirnya bisa dites narkobanya, mabok apa enggak. Kita juga akan lihat kelengkapannya sesuai apa enggak,” ucap politisi PKS tersebut

Intinya, kata Imam, pihaknya mendesak adanya evaluasi menyeluruh terkait dengan peristiwa tersebut

“Faktor-faktor yang membahayakan kita evaluasi di tempat wisata. Segera, komisi empat akan memerintahkan ke Dishub Provinsi.”

Untuk diketahui, bus pariwisata yang mengangkut rombongan kader Posyandu Depok mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di turunan Nagrok, Desa Palasari, Kabupaten Subang pada Sabtu 18 Januari 2020.

Dari 58 orang penumpang, sembilan diantaranya meninggal dunia, termasuk sang sopir. Sedangkan sisanya terluka dan masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Kota Depok. Hingga kini kasusnya masih dalam penyelidikan polisi. (rul/*)