Tragedi Lapas Tangerang, Orangtua Napi di Depok Salahkan Negara

Korban tewas akibat insiden kebakaran di Lapas Tangerang. Persitiwa ini menambah daftar kelam catatan dari dalam penjara Indonesia (Foto: Istimewa)
Korban tewas akibat insiden kebakaran di Lapas Tangerang. Persitiwa ini menambah daftar kelam catatan dari dalam penjara Indonesia (Foto: Istimewa)

DepokToday- Duka mendalam dirasakan oleh sejumlah keluarga korban tragedi kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Mereka pun berharap, kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah.

Setidaknya hal itu yang diungkapkan Nyoman Sami, ayah dari I Wayan Tirta, satu dari sejumlah narapidana yang tewas dalam kejadian tersebut. Menurut Nyoman, peristiwa itu tidak akan terjadi jika pemerintah serius dalam hal pengawasan Lapas.

“Ini kan yang salah negara. Masa hanya 12 orang (jaga) sekian banyak blok (tahanan),” katanya dengan nada sedih saat ditemui di kediamannya, di wilayah Limo, Depok, pada Kamis, 9 September 2021.

Dihadapan awak media, Nyoman Sami mengaku, dirinya mengetahui peristiwa kebakaran itu saat menyaksikan pemberitaan di televisi pada Rabu siang, 8 September 2021.

“Lalu saya tanya ke Lapas, dikasih tahu atas nama I Wayan Tirta bin Nyoman sudah nggak ada (meninggal dunia),” katanya.

Detik-detik Lapas Tangerang Terbakar

Padahal, Nyoman mengatakan, sebelum kejadian itu, ia baru saja berkomunikasi dengan anaknya tersebut melalui sambungan video call.

“Malamnya video call jam 20:00 WIB sama saya, sama anaknya juga,” kata Nyoman.

Ia pun tak menyangka jika itu adalah komunikasi terakhir dengan putra sulungnya tersebut. Menurut Nyoman, I Wayan saat itu dalam kondisi sehat.

“Pas video call kondisinya sehat, segar bugar, ngomongnya juga biasa kok.”

Baca Juga: Korban Tewas Akibat Kebakaran Lapas Tangerang Bertambah, Ini Datanya

Bahkan, kata Nyoman, I Wayan sempat pula berbicara dengan anaknya yang masih kecil melalui sambungan telepon dari dalam Lapas Tangerang.

“Dia sempat nanya ke saya sudah makan, terus nanya ke anaknya sudah makan belum, dijawab sudah. Terus ditanya kok belum tidur sudah jam 20.00 WIB malam, terus dijawab anaknya iya yah ini mau berdoa mau tidur, berdoa ya yah,” kenang dia.

Baca Juga: Vanesa Angel Masuk Polres Metro Depok, Ternyata Karena Ini

Rencananya, I Wayan akan dikremasi oleh pihak keluarga. “Saya minta persetujuan keluarga besar. Orang Bali nggak punya makam. Kalau nanti sudah ada dana, baru kremasi,” katanya.

Untuk diketahui, I Wayan Tirta merupakan residivis yang menghuni Blok C2, dan merupakan operan dari Lapas Kelas I Cipinang.

Ia mendekam di balik penjara Lapas Tangerang sejak tahun 2017 silam, atas kasus penghilangan nyawa orang lain. (rul/*)