Tolak Berunding dengan TNI-Polri, OPM: Level Kami Menteri

Pasukan TPNPB-OPM. Foto Facebook TPNPB-OPM
Pasukan TPNPB-OPM. Foto Facebook TPNPB-OPM

DepokToday- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka atau TPNPB-OPM, menolak adanya perundingan dengan aparat TNI-Polri. Menurut mereka, yang layak untuk diajak berdialog terkait konflik bersenjata saat ini adalah level menteri.

Pernyataan itu diungkapkan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom baru-baru ini.

“Jadi tidak ada perundingan, dialog dengan TNI-Polri. Yang bisa bicara, layak dan levelnya itu kami juru runding TPNPB-OPM dengan Indonesia, tim delegasi Indonesia, yaitu kabinet Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo. Itu level yang layak untuk kami bisa bicara. TNI-Polri tuh kan bukan tempatnya,” kata Sebby dikutip DepokToday.com dari Republika pada Jumat, 26 November 2021.

Baca Juga: Ini Strategi Jenderal Andika untuk Ladeni KKB: Sudah Saya Putuskan!

Menurutnya, masyarakat Papua sudah tak lagi percaya dengan TNI-Polri. Sebabnya, kata Sebby, aparat keamanan kerap kali memperlakukan orang Papua dengan tidak baik dan bertindak di luar perikemanusiaan.

“Orang Papua sudah benci dengan kelakuan TNI-Polri di Papua, baik gubernur sampai kepala desa, orang kampung di mana-mana, orang Papua itu sudah terlanjur benci kelakuan TNI-Polri terhadap orang Papua itu di luar perikemanusiaan,” ujarnya.

“Mereka sangat jahat, selalu menangkap orang Papua, siksa, pukul, lalu membunuh. Perempuan-perempuan dibunuh, anak-anak kecil dibunuh,” sambung dia.

Jubir OPM Bandingkan Yogyakarta

Kondisi ini jauh berbeda ketika dirinya menempuh pendidikan tinggi di Yogyakarta sekira tahun 1990-an. Ia menilai, TNI-Polri di daerah itu memperlakukan orang Papua dengan baik.

Dan jika terjadi permasalahan pun, maka akan diselesaikan secara kekeluargaan atau melalui hukum yang berlaku. Tapi sayangnya, kata Sebby hal itu tak terjadi di Papua.

“Tapi di Papua tidak. Pukulan jalan dulu, siksa sampai, baru naik ke pengadilan. Ini kan terjadi, hak-hak penangkapan sewenang-wenang. Ini kan hak-hak ini tidak pernah diindahkan oleh hukum ataupun TNI-Polri di Papua,” tuturnya.

Baca Juga: Begini Kronologi Eks Jenderal Intelijen Dikerjai Mafia Tanah Depok

Atas dasar itulah, lanjut Sebby, TPNPB-OPM akan terus berdiri untuk membela hak-hak masyarakat Papua.

“TPNPB itu tuan tanah, membela haknya, karena perampasan terjadi melalui intimidasi dan teror tekanan militer yang berlebihan di Papua oleh pemerintah Indonesia.” (rul/*)