Tolak Anarkisme, Ratusan Jawara Depok Jaga Mal Hingga Stasiun

0
313
Jawara Depok jaga mal untuk mencegah terjadinya aksi anarkis (Istimewa)

CIMANGGIS- Ratusan jawara di Depok, menggelar deklarasi damai untuk mencegah terjadinya kerusuhan, imbas dari aksi demo lanjutan Undang-undang Cipta Lapangan Kerja atau Omnibus Law, yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2020.

Tak hanya itu saja, para pendekar ini juga membantu aparat berjaga di sejumlah titik rawan, seperti pusat perbelanjaan hingga stasiun kereta yang ada di Kota Depok.

“Ini jawara jaga kampung. Kami tidak melarang demo, silahkan saja asal jangan anarkis. Kalau anarkis akan berhadapan dengan kami,” kata Ketua Forum Betawi Rempuk (FBR) Kota Depok, Haji Nawi saat ditemui di kawasan Cimanggis, Depok.

Menurut Nawi, jika aksi unjuk rasa ricuh, maka bakal merugikan banyak pihak, khususnya rakyat. “Kalau anarkis sudah jelas merugikan kita semua, rakyat juga yang rugi. Intinya Depok jangan diporak-porandakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, dan kami siap menjaga.”

Nawi mengungkapkan, para jawara ini bergerak berdasarkan inisiatif masing-masing menjaga sejumlah titik, seperti mal, stasiun, kemudian di Jalan Margonda dan di kawasan Jalan Raya Bogor.

“Satu titik bisa dijaga sekira 10 sampai 15 orang jawara,” katanya

Selain para jawara, lanjut Nawi, sejumlah anggota FBR lainnya juga bakal ikut membantu penjagaan. Total ada lebih dari 1.000 orang. Jika nantinya ditemukan ada pelaku kerusuhan, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat TNI-Polri.

“Kita jangan sampai terprovokasi, kami tidak akan melakukan aksi sepihak, jika ada yang aneh-aneh akan kami serahkan pada aparat,” ujarnya

Menanggapi hal itu, Kapolsek Cimanggis, Ajun Komisaris Polisi Agus Khaeron mengatakan, jawara jaga kampung ini adalah inisiasi dari mereka sendiri.

“Ini bentuk kepedulian mereka, kepada lingkungan-nya yang hawatir akan adanya tindakan anarkisme,” katanya

Sejumlah anggota FBR menggelar aksi damai di Kota Depok, menolak aksi anarkis (Istimewa)

Tak hanya dari kalangan organisasi masyarakat (ormas), aksi menolak adanya kerusuhan juga disuarakan oleh sejumlah warga di kota tersebut. Bahkan, di beberapa wilayah, warga membentangkan spanduk yang berisi penolakan aksi unjuk rasa anarkis. Salah satu tulisannya “Jangan ajak anak gua demo, nyusahin doang.”

Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah mengaku sangat mengapresiasi dukungan warga terhadap aparat.

“Patut kita apresiasi elemen-elemen masyarakat yang berpikir positif dan cinta damai. Ingat negara dibangun dengan kebersamaan dan kedamaian enggak mungkin di bangun dengan permusuhan dan keributan,” katanya

Warga membentangkan spanduk menolak aksi anarkis (Istimewa)

Lebih lanjut Azis mengaku, aksi simpatik ini menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas.

“Dukungan moril yang masyarakat berikan akan jadi pengobar semangat untuk melaksanakan tugas-tugas, mengabdi kepada masyarakat, nusa dan bangsa.” (rul/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here