Tokoh Nasional Lintas Pakar Sepakat Berjuang Bersama Akhiri Corona

MARGONDA-Democracy and Electoral
Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia melakukan sebuah diskusi dalam jaringan (daring) dengan tema “Resesi Ekonomi dan Jaminan Pemenuhan Hak-Hak Dasar Rakyat di Tengah Covid-19”, Rabu (6/5/2020).

Sejumlah tokoh nasional terlibat dalam dialog yang dimulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB itu.

Para tokoh nasional yang berbagi pandangan dalam diskusi DEEP Indonesia ini antara lain Yusfitriadi (Direktur DEEP Indonesia), Sandiaga Uno (Pengusaha dan Relawan Covid-19), Daniel Zuchron (Pembina Yayasan Visi Nusantara Maju) dan Aminuddin Ma’ruf (Staf khusus milenial Presiden Jokowi).

Direktur DEEP Indonesia, Yusfitriadi, yang membuka diskusi, menilai pemerintah memperlihatkan kegagapan sejak awal penanganan Covid-19.

Kata dia, kegagapan pemerintah berimplikasi pada berbagai regulasi dan kebijakan yang akhirnya menjadi tidak komprehensif.

“Pemerintah melaksanakan PSBB bahkan tanpa adanya evaluasi yang jelas. Yang paling ambigu adalah tentang pelaksanaan PSBB dengan pemenuhan hak-hak dasar masyarakat yang harus terpenuhi. Masyarakat diminta untuk stay at home, tapi hak dasar hidupnya itu tidak ada yang
menjamin,” terang Yus, sapaan akrabnya.

Menurut Yus, bantuan sosial malah menjadi sebuah kegaduhan di tengah masyarakat karena tidak akuratnya data yang dimiliki pemerintah.

Selain itu, Yus menyampaikan bahwa adanya ketimpangan antara kebijakan di tingkat pusat dan daerah, serta hak dasar warga yang tidak terpenuhi, sehingga kondisi tersebut berpotensi menciptakan resesi ekonomi.

Sejalan dengan Yus, dari sudut pandang yang lain, Daniel Zuchron selaku Pembina Yayasan Visi Nusantara Maju, menyatakan bahwa demokrasi Indonesia sedang mengalami sebuah komplikasi.

Komplikasi yang Daniel maksud adalah tentang pengelolaan demokrasi dari tingkat pemerintah pusat, pemerintah daerah sampai ke tingkat pemerintah desa, untuk bersama-sama membuahkan sebuah keputusan-keputusan yang cepat dan efektif terkait penanganan wabah covid-19 saat ini.

“Ada tiga cluster demokrasi yang kita kenal, yang pertama pemerintah pusat, kedua pemerintah daerah dan yang ketiga adalah pemerintah desa. Bagaimana kemudian demokrasi ini bisa dikelola dan berujung pada keputusan-keputusan yang sangat efektif,” tutur Daniel.

Sementara Staf Khusus Milenial Presiden Jokowi, Aminuddin Ma’ruf, mengajak agar seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama berjuang melawan wabah Covid-19.

“Tentunya dengan berbagai regulasi pemerintah yang harus diikuti, dibarengi dengan kekuatan gerakan relawan dan masyarakat terdampak yang menjadi sebuah kerjasama yang utuh agar wabah Covid-19 semakin cepat berakhir,” tandasnya.

(rdt/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here