TNI-Polri Bersatu Tangani Corona di Depok

Brimob semprot cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran Corona (DepokToday, Rul)

SUKMAJAYA– Pemerintah Kota Depok telah menetapkan status tanggap darurat bencana terkait Corona Virus Disease (Covid-19) selama 73 hari. Kebijakan ini berlaku sejak 18 Maret 2020 hingga 29 Mei 2020.

Salah satu alasan pemerintah setempat menerapkan langkah itu adalah karena jumlah orang yang terjangkit wabah itu meningkat hampir di setiap hari.

Terkait hal tersebut, berbagai upaya pun gencar dilakukan aparat dan pemerintah setempat untuk menekan ruang gerak penyebaran virus berbahaya ini.

Salah satunya dengan melakukan penyemprotan cairan disenfektan pada sejumlah lokasi strategis atau pusat-pusat keramaian di kota itu. Tak hanya mengandalkan truk pemadam, penyemprotan cairan kimia kalini melibatkan sejumlah kendaraan taktis milik pasukan Brimob, berupa water canon lengkap dengan puluhan personil yang melakukan penyemprotan menggunakan mesin dan pakaian khusus, pada Kamis 26 Maret 2020.

Aksi bersih-bersih menggunakan cairan anti bakteri itu juga melibatkan pasukan TNI dari Kodim 0508/Depok dan Polres Metro Depok. Adapun sasaran pertama yakni di wilayah Kecamatan Sukmajaya.

“Kita melaksanakan penyemprotan beberapa sudut Kota Depok, utamanya di sentra-sentra masyarakat,” kata Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Azis Andriansyah di dampingi Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Agus Israk Mi’raj

Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Agus Israk Mi’raj (kiri) bersama Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Azis Andriansyah (istimewa)

Mengingat kondisi saat ini, Azis pun kembali mengingatkan agar masyarakat bisa mematuhi imbauan pemerintah dan petugas medis, salah satunya untuk tidak berada di luar rumah.

“Yang sakit agar segera diisolasi, yang sehat jangan sampai terpapar. Kami juga akan terus melakukan sosialisasi dan upaya pencegahan, tapi tanpa kesadaran masyarakat tentu ini sulit,” ucap dia

“Mari kita sama-sama dengan kesadaran pribadi bisa mencegah penyebaran virus Corona secara masif,” timpalnya lagi

TNI-Polri bersatu hadapi Corona (Istimewa)

Untuk diketahui, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok yang dirilis pada Rabu 25 Maret 2020, kasus terkonfirmasi positif naik dari 15 orang, kini mencapai 19 orang dan sembuh empat orang sedangkan meninggal satu orang (positif Corona), Kemarin.

Kemudian, jumlah Pasien Dalam Pengawasan atau PDP yang meninggal di Kota Depok dari 18 Maret sampai dengan 25 Maret 2020, yakni sebanyak sembilan orang.

“Perlu kami tegaskan status PDP belum dinyatakan bahwa pasien tersebut positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang datanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Centre) Kementerian Kesehatan RI,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

Selain itu, dalam beberapa kategori juga terjadi peningkatan. Diantaranya, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang tadinya 142 orang, hari ini tercatat naik menjadi 173 orang. 13 orang dinyatakan selesai, sedangkan 160 orang lainnya, atau 92,49 persen masih dalam pengawasan.

Selanjutnya, Orang Dalam Pantauan atau ODP, Rabu siang terpantau naik menjadi 568 orang dari jumlah kemarin 440 orang. Sedangakn selesai (negatif Corona) 187 orang, dan 381 orang lainnya atau 67,08 persen masih dalam pemantauan. (rul/*)