TNI AL Dapat 14 Pesawat Tanpa Awak Super Canggih Buatan Amerika

Pesawat tanpa awak milik TNI AL. (Istimewa)
Pesawat tanpa awak milik TNI AL. (Istimewa)

JAKARTA- Pemerintah Amerika Serikat menyerahkan 14 unit pesawat tanpa awak (UAV) jenis Boeing Insitu Scan Eagle kepada TNI Angkatan Laut atau AL. Paket itu diperkirakan menelan biaya sekira US$ 28,3 juta.

Dilansir dari jakartagreater.com, pada Senin 28 Juni 2021, TNI AL juga telah meresmikan dua skadron baru, yakni Skadron Udara-100 anti kapal selam dan skadron udara 700 pesawat udara tanpa awak.

Sebagai informasi, TNI AL terus meningkatkan kekuatan udaranya dengan mempertajam kekuatan Pesawat Udara Tanpa Awak (PUTA). Peningkatan kekuatan udara ini juga ditujukan untuk armada pesawat udara sayap tetap (fixed wing) maupun dan rotary.

Bantuan Asing

Sebelumnya, Pemerintah AS telah menawarkan untuk menyediakan UAV ScanEagle kepada Pemerintah Indonesia pada tahun 2014, meskipun baru pada tahun 2020 Pemerintah Indonesia setuju untuk menerima hibah tersebut.

Sebanyak 14 UAV Scan Eagle, bersama dengan sistem terkait termasuk di antara yang dijadwalkan untuk ditransfer oleh Pemerintah AS sebagai hibah kepada Pemerintah Indonesia di bawah skema Pembiayaan Militer Asing (FMF) AS, ungkap AsiaPacificDefenseJournal.com.

Paket itu diperkirakan menelan biaya sekitar US$28,3 juta, dan merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas yang lebih besar dari Pemerintah AS untuk memilih negara-negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam di bawah Program Inisiatif Keamanan Maritim Indo-Pasifik.

Ini Kelebihan Pesawat Tanpa Awak TNI AL

Hibah UAV pengawasan datang ketika negara-negara di kawasan itu menghadapi perambahan zona ekonomi eksklusif mereka oleh kapal-kapal pemerintah China, milisi maritim dan armada penangkap ikan.

Baca Juga: Jalani Misi Bersama, Awak Kapal Perang TNI Sebut Prajurit Turki Saudara

Scan Eagle UAV memiliki muatan maksimum 5 kilogram yang terdiri dari kamera dan sensor, memiliki kecepatan jelajah 60 knot, dan ketinggian penerbangan 20.000 kaki.

UAV ini dapat diluncurkan dan diambil dari darat atau dari kapal angkatan laut menggunakan peralatan peluncuran khusus.

Delapan Kapal Perang Indonesia

Perusahaan multinasional Fincantieri mengumumkan bakal menyiapkan delapan kapal perang untuk Indonesia. Sejumlah kapal itu terdiri dari 6 fregat FREMM yang dimodernisasi dan 2 fregat Maestrale class.

Dilansir dari jakartagreater.com, Fincantieri, adalah salah satu grup pembuat kapal terpenting di dunia, dan Kementerian Pertahanan Indonesia, telah menandatangani kontrak untuk penyediaan 6 frigat kelas FREMM, modernisasi dan penjualan 2 frigat kelas Maestrale, dan dukungan logistik terkait.

Program FREMM (Fregate Europeenne Multi-Missions / FREMM) adalah proyek kerja sama industri Pertahanan Italia-Prancis untuk generasi baru fregat, yang memiliki garis dasar yang sama, tetapi berbeda dari satu negara ke negara lain sebagai fungsi dari persyaratan operasional yang berbeda. Baca selengkapnya di sini: Kenalin Nih, 8 Kapal Perang Canggih yang Bakal Dimiliki Indonesia (rul/*)