Tipidus Periksa 10 Orang Ini Soal Dugaan Korupsi Damkar

Seksi Intel dan Tipidsus Kejaksaan Negeri Depok kumpulkan dokumen dan barang bukti terkait dugaan kasus korupsi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok (Foto: Depoktoday.com)
Seksi Intel dan Tipidsus Kejaksaan Negeri Depok kumpulkan dokumen dan barang bukti terkait dugaan kasus korupsi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok (Foto: Depoktoday.com)

DEPOK- Seksi Tindak Pidana Khusus atau Tipidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok, melakukan pemeriksaan lanjutan pada 10 orang terkait laporan atas dugaan korupsi pada Dinas Damkar.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto mengungkapkan, pemeriksaan lanjutan oleh Tipidsus sementara ini masih tentang belanja sepatu, dan pakaian dinas lapangan atau PDL pada Dinas Damkar atau Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok tahun anggaran 2017-2019.

“Tim jaksa penyelidik Tipidsus telah melakukan permintaan keterangan terhadap 10 orang yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi Damkar,” katanya pada Senin 24 Mei 2021.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Damkar, Razman Tantang Nyali Wali Kota Depok  

Adapun sejumlah orang yang dipanggil kembali itu terdiri dari tujuh penyedia dan tiga pegawai honorer Damkar Depok. Mereka berstatus sebagai terperiksa bukan saksi.

“Jadi perlu kami tegaskan, bahwa mereka ini bukan saksi. Saksi itu hanya kepada orang yang dalam penyidikan. Nah kalau mereka ini masih sebagai terperiksa, karena statusnya masih dalam tahap penyelidikan belum ke ranah penyidikan.”

Kasi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menegaskan, pihaknya telah mendapat kesimpulan atas dugaan korupsi Dinas Damkar Depok. (Foto: Depoktoday.com)
Kasi Intelijen Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto menegaskan, pihaknya telah mendapat kesimpulan atas dugaan korupsi Dinas Damkar Depok. (Foto: Depoktoday.com)

Diperiksa Tipidsus Soal Dugaan Korupsi Damkar

Data yang dihimpun menyebutkan, ke 10 orang itu masing-masing berinisial, HDAH (Direktur CV. Wahana Cahaya Sakti), RF (Direktur CV. Bina Mandiri Global), IS (Direktur CV. Giverindo Utama).

Kemudian inisial lainnya yang diperiksa Tipidsus soal dugaan korupsi Damkar adalah, YAB (penyedia), ASY (CV. Ega Cipta Kreasi), HE (Direktur CV. Aditya). Selain itu ada juga saksi bernisial SH (penyedia), AR (juru padam Pos Damkar Cimanggis), ATS ( juru padam Pos Damkar Cimanggis), dan R (juru padam Pos Damkar Cimanggis).

Baca Juga: Usut Dugaan Korupsi Damkar, Kejaksaan Negeri Depok Tak Bisa Didikte

Seperti diketahui, kasus dugaan korupsi itu mencuat setelah Sandi Butar Butar, seorang pegawai honorer Damkar Depok melakukan aksi protes di media sosial.

Aksinya itu ternyata berbuntut panjang hingga akhirnya resmi diusut Kejari Depok. Tak hanya itu, Polres Metro Depok ternyata juga tengah mengumpulkan keterangan terkait dugaan kasus tersebut.

Barang Bukti Jaksa 

Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Depok telah merampungkan laporan data dan laporan keterangan terkait dugaan kasus korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran atau Damkar Kota Depok.

Tercatat, ada sekira 50 orang saksi yang telah menjalani pemeriksaan terkait kasus itu. Mereka adalah pihak-pihak yang dianggap mengetahui persoalan di Dinas Damkar Depok.

Dari hasil tersebut, kasus ini kemudian dilimpahkan dari intelijen ke Bidang Pidana Khusus atau Pidsus Kejaksaan Negeri Kota Depok untuk pendalaman. (rul/*)